Dari Istanbul Untuk Al-Quds*

29 11 2007

* Artikel ini dimuat atas kiriman dari Sekjen Kispa.Org (Era Muslim) H. Ferri Nur S.Si

Istanbul dahulunya dikenal dengan Konstantinopel yang dibangun pada tahun
330 M oleh Kaisar Byzantium Constantine I, merupakan kota bersejarah, kota
perjuangan, kota kejayaan umat Islam, kota yang pernah disampaikan
Rasulullah saw akan direbut kaum muslimin dari tangan kekaisaran
Byzantium, yang menganut agama Kristen Greek Ortodoks.
Dari Abu Qubail , ia menuturkan: “(Pada suatu ketika) kami bersama
Abdullah bin Amr bin Al Ash. Dia ditanya tentang mana yang akan
terkalahkan lebih dahulu, antara dua negeri, Konstantinopel atau Romawi.
Kemudian ia meminta petinya yang sudah agak lusuh. Lalu ia mengeluarkan
sebuah kitab. “Abu Qubail melanjutkan kisahnya, “Lalu Abdullah
menceritakan, “Suatu ketika, kami sedang menulis di sisi Rasulullah saw.
Tiba-tiba beliau ditanya,”Mana yang terkalahkan lebih dahulu,
Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Herakliuslah yang akan
terkalahkan lebih dahulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” (HR. Ahmad,
Ad Darimi, Al Hakim).
Rasulullah saw juga pernah bersabda yang menjelaskan tentang keutamaan
pemimpin dan pasukan  yang membebaskan konstantinopel dari tangan
Byzantium.
Latuftahanna al qusthanthiniyyatu ‘ala yaddi rajulin falani’mal amiru
amiruha walani’mal jaisyu dzalikal jaisyu. (Konstantinopel akan
ditaklukkan di tangan seorang laki-laki. Maka orang yang memerintah di
sana adalah sebaik-baik penguasa dan tentaranya adalah sebaik-baik
tentara). (HR. Ahmad).
Di Istanbul kita akan teringat semangat perjuangan sahabat Rasulullah saw
yang bernama Khalid bin Zaid bin Kulaib bin Tsa’labah Al Anshari Al
Khazraji, biasa dipanggil Abu Ayub Al Anshari. Beliau termasuk salah satu
diantara 70 orang Anshar yang ikut dalam Bai’at Aqabah II, merupakan
sahabat yang dicintai Rasulullah saw, bahkan rumahnya pernah menjadi
tempat tinggal pertama bagi Nabi saw ketika baru sampai di Madinah dari
perjalanannya hijrah meninggalkan kota Makkah.
Pada saat mengikuti perang bersama kaum muslimin untuk membebaskan
Konstantinopel usianya sudah mencapai 80 tahun, dan ia berpesan kepada
Yazid bin Mua’awiyah agar jasadnya dimakamkan di depan benteng
Konstantinopel. Sahabat yang meriwayatkan 155 hadits dari Nabi saw, syahid
pada tahun 52 H.
Di Istanbul kita akan teringat juga dengan  Sultan Muhammad II , merupakan
Sultan Utsmani ketujuh dalam silsilah keturunan keluarga Utsman. Muhammad
II di gelari Al Fatih dan Abu Al Khairat, lahir tanggal 20 April 1429 M /
26 Rajab 833 H.
Pada tahun 1451 M/ 855 H, usianya menjelang 22 tahun, ia dibai’at menjadi
khalifah setelah kematian ayahnya.  Semenjak itu ia mencurahkan tenaga dan
pikirannya untuk membebaskan Konstantinopel dari kekuasaan Byzantium. Pada
jam satu pagi, Selasa, 20 Jumadil Ula 857 H / 29 Mei 1453 M dalam usia 24
tahun Sultan Muhammad II mengeluarkan komando untuk melakukan penyerangan
ke kota Konstantinopel. Dengan izin Allah pasukan Islam yang dipimpin
Sultan Muhammad II yang bergelar Al Fatih dapat membebaskan kota
Konstantinopel dari kekuasaan Byzantium. Allahu Akbar, Wa Lillahil Hamd.
Sultan meninggal karena sakit ditengah-tengah pasukannya yang akan
melanjutkan jihad, 4 Rabiul Awwal 886 H/ Mei 1481 M dalam usia 52 tahun
stelah berkuasa 30 tahun lebih.
Di Istanbul, kota Islam , kota Perjuangan, kota Syuhada, telah memberikan
inspirasi kepada para delegasi Kongres Internasioanal Al Quds, bertemakan
“Wajah Peradaban, Kita Melindunginya”,15 -17 Nopember 2007, dihadiri lebih
5.000 orang dari berbagai kalangan cendikiawan, tokoh agama, para pemimpin
politik, aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh sastra dan
wartawan dari media cetak dan elektronik.
Inspirasi itu adalah munculnya “Deklarasi Istanbul” yang berisi komitmen
para peserta untuk mendukung Al Quds dan Palestina.
Kita semua bekerja demi Al Quds, bergandengan tangan, bahu membahu,
bersama di atas jalan menuju Al Quds, berteguh hati betapapun lamanya,
betapapun besarnya pengorbanan yang telah diberikan, hari ini kita bertemu
untuk Al Quds dan besok kita bertemu di Al Quds, Insya Allah.
“.. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia
tiada mengetahuinya.”.(QS: Yusuf/12 : 21)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: