Teori Kenabian dan Umat yang Latah
Oleh: Najmudin Ansorullah
Menanggapi artikel Umdah El-Baroroh di Situs Jaringan Islam Liberal (03/09/2007) berjudul “Meninjau Ulang Teori Kenabian” sangat menarik, terlebih tulisan tersebut hasil eksplorasi ilmiah dari Ulil Abshar-Abdalla ketika mencicipi kuliah di Universitas Boston.
Namun, ada hal penting untuk digarisbawahi mengenai masalah konsep kenabian, seiring anggapan bahwa teori kenabian dapat dilihat dari sudut pandang ilmiah (akal pikiran) dan wahyu. Baca selebihnya »
“Salam Korupsi”
Oleh: Najmudin Ansorullah
Sejak umat Islam disunnatkan mengucapkan “salam”, ucapan salam menjadi sangat “populer” sampai di telinga kita. Di pintu rumah ucapan itu banyak terpampang melalui sticker yang bertuliskan “Sebelum Masuk Ucapakan Salam Terlebih Dahulu”, “Say Assalamu’alaikum Wr.Wb Before You Get In”. Baca selebihnya »
Multatuli atau Syeikh Nawawi?
Oleh Ibnu Adam Aviciena
Nama Multatuli alias Eduard Douwes Dekker (1820-1887) di Banten akhir-akhir ini sering dibicarakan. Saya kira pembicaraan ini berawal dari munculnya semangat baca-tulis. Teman-teman di Banten sering menyebut baca-tulis sebagai literasi, biar terasa agak seksi barangkali. Saat semangat baca-tulis disebarkan oleh sejumlah tokoh di Banten, untuk tidak menyebut nama orang saya sebut nama komunitasnya, seperti Rumah Dunia, Sanggar Sastra Serang, Rumah Baca Plus Baitul Hamdi, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Banten, dan rumah-rumah baca lain serta kelompok diskusi yang namanya kurang tergaungkan. Baca selebihnya »
Lebaran dan Perubahan
Oleh: Najmudin Ansorullah
Dari lubuk hati yang terdalam, kata “maaf” sudah menunggu terlontar melalui mulut manusia di Hari Raya. Di hari itu, setiap pemeluk agama Islam di berbagai penjuru dunia akan saling mengucapkan maaf lahir dan batin. Baca selebihnya »
Sampah dan Globalisasi
Sumber: Suara Publik, Sabtu 29 September 2007
Meski Indonesia mempunyai kekayaan sumber daya alam, masalah yang tengah dihadapi bangsa ini begitu pelik. Selain persoalan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan hak-hak dasar masyarakat lainnya , masyarakat juga dihadapkan pada kondisi lingkungan kurang baik.
Oleh Najmudin Ansorullah
Review Kebangkitan Islam di Indonesia
Oleh. Najmudin Ansorullah
Ernst Cassirer (1990: 260), menulis bahwa beberapa abad yang lalu seorang Confusius pernah berkata, “study history if you like to divine the future” yang berarti belajarlah dari sejarah jika kamu ingin memahami masa depan”. Ungkapan Confusius itu sedikit banyak telah memberi pesan tersendiri tentang pentingnya menumbuhkan kesadaran historis dalam jiwa untuk menghadapi dan menjalani kehidupan yang akan datang. Baca selebihnya »
Dari “Jeger” Sampai Pejuang
Oleh. Najmudin Ansorullah*
Sekedar menyambung hidup, Ayum (73) seorang janda yang ditinggal suaminya (alm. Sholihin) empat tahun lalu sehari-hari mengisi kegiatannya dengan berjualan makanan di kampung Cibitung Tengah kecamatan Tenjolaya kabupaten Bogor. Meski usia sudah berlanjut tua dan sebagian anaknya sudah memiliki cucu, namun kondisi itu bukan halangan untuk tetap berjuang bagi “Ambu” begitu anak-anaknya dan masyarakat setempat memanggilnya. Dengan menempati warung berukuran 2 kali 3 meter persegi miliknya, Ambu terlihat semangat berjualan. Padahal, sebagian anak-anaknya seminggu atau sebulan sekali menengok keadaannya karena mencari nafkah di Jakarta. Bahkan, salah satu anaknya sudah ada yang menjadi guru Pegawai Negeri Sipil di sekolah dasar setempat. Baca selebihnya »
Pembuka, Sekedar Menghargai Tulisan
Konon, Imam Syafi’i (150 – 204 H) pernah merasakan kesulitan untuk memelihara segudang tumpukan kitab di kamarnya, sehingga beliau ingin melenyapkan setiap tulisan kitab dan memindahkannya ke memori otak dan hatinya. Kemudian, Imam Syafi’i memasuki kamar dan menghapal seluruh kitab-kitab yang tersedia. Imam syafi’i pernah menerima tantangan gurunya Imam Malik (93-179 H) untuk membuat 100 permasalahan agama dalam waktu satu malam. Namun, Imam Syafi’i membuat 1000 soal-jawab masalah agama lengkap dengan dalil aqli dan naqli secara mendetail dalam satu malam di ruang kamar tanpa ditemani satu kitab pun. Baca selebihnya »
Komentar (1)
Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)