<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>JURNAL NAJMU</title>
	<atom:link href="http://jurnalnajmu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com</link>
	<description>Gerbang Pengetahuan dan Pemikiran Islam</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Apr 2011 19:36:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jurnalnajmu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>JURNAL NAJMU</title>
		<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jurnalnajmu.wordpress.com/osd.xml" title="JURNAL NAJMU" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jurnalnajmu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pesantren Al-Fatah Kota Sukabumi Kedatangan Tamu dari Maroko</title>
		<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2011/04/22/pesantren-al-fatah-kota-sukabumi-kedatangan-tamu-dari-maroko/</link>
		<comments>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2011/04/22/pesantren-al-fatah-kota-sukabumi-kedatangan-tamu-dari-maroko/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Apr 2011 19:23:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Najmu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalnajmu.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Sukabumi, 21/04 (JURNAL NAJMU) &#8212; Pesantren Shuffah Hizbullah Al-Fatah, Desa Cikundul, Kelurahan Lembur Situ, Kota Sukabumi kedatangan tamu dari Maroko Mr. Mustafa (47) untuk memotivasi anak-anak sekolah, santri, guru, orang tua dan warga sekitar dalam bidang pendidikan, Rabu (20/04) kemarin. “Ini merupakan kunjungan saya yang pertama kali ke Sukabumi. Saya senang dapat berkunjung dan bersilaturrahmi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=53&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>Sukabumi, 21/04 (JURNAL NAJMU) &#8212; Pesantren Shuffah Hizbullah Al-Fatah, Desa Cikundul, Kelurahan Lembur Situ, Kota Sukabumi kedatangan tamu dari Maroko Mr. Mustafa (47) untuk memotivasi anak-anak sekolah, santri, guru, orang tua dan warga sekitar dalam bidang pendidikan, Rabu (20/04) kemarin.<span id="more-53"></span></p>
<p>“Ini merupakan kunjungan saya yang pertama kali ke Sukabumi. Saya senang dapat berkunjung dan bersilaturrahmi dengan warga muslim di sini”, kata Mustafa yang langsung disambut tokoh setempat Ahmad Hudayah di rumahnya sekitar pukul 13.00 WIB.</p>
<p>Pesantren Shuffah Hizbullah Al-Fatah Sukabumi merupakan cabang dari Yayasan Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Al-Fatah, Muhajirun, Natar, Lampung yang bekerjasama dengan lembaga bimbingan belajar (LBB) Sony Sugema College milik Sony Sugema MSc yang berpusat di Bandung.</p>
<p>Kedatangan Mr. Mustafa yang pernah mengunjungi dua puluh negara itu berkunjung ke Sukabumi dalam rangka amanat dari bapak Sony Sugema MSc di Bandung untuk berbincang-bincang soal pendidikan di pesantren Al-Fatah Sukabumi.</p>
<p>Kedatangan mantan karyawan teknisi mekanik pesawat terbang Maroko ke pesantren Al-Fatah Sukabumi itu diperkirakan akan berlangsung selama tiga hari mulai 20-22 April 2011. Ahmad Hudayah mengatakan kedatangan beliau akan memberi semangat baru di bidang pendidikan khususnya bagi warga sekitar.</p>
<p>“Mr. Mustafa ingin bertemu langsung dengan para ustadz, santri, murid-murid sekolah Al-Fatah dan warga sekitar untuk bersilaturrahmi sekaligus berbincang-bincang mengenai persoalan yang dihadapi mereka terutama bidang pendidikan”, katanya.</p>
<p>Rencananya selama tiga hari di Sukabumi Mr Mustafa akan mengunjungi tempat-tempat di sekitar seperti Kampung Caringin, Bangbayang, Lowa Copong, Cisaat, Kebon Pedes Ranji, dan setelah itu akan kembali ke Bandung sebelum melanjutkan tugas rutinnya yang kini menjadi guru bahasa di Yayasan Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Al-Fatah, Lampung.</p>
<p>Sebelumnya Mr. Musthafa berkunjung ke pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor dilanjutkan silaturrahmi ke sekretariat Jama’ah Muslimin Hizbullah wilayah Jawa Barat sekaligus berobat ringan sakit gigi ke dokter spesialis gigi dr.g Fitri di Bandung, Selasa kemarin.</p>
<p>Kedatangan Mr Mustafa pada hari pertama kunjungannya itu disambut baik warga pesantren Al-Fatah dengan mengadakan ramah tamah dengan para ustadz usai melakukan shalat Ashar berjama’ah di masjid Al-Iman Kampung Baru, Cikundul.</p>
<p>Dalam ramah tamah itu Mr Mustafa langsung bertanya mengenai kepala madrasah, kondisi murid MTs dan Diniyah serta program-program yang sedang berjalan kepada para ustadz dan warga sekitar yang hadir dalam acara ramah tamah usai shalat Ashar, di gedung MTs Al-Fatah Kota Sukabumi.</p>
<p>Kepala madrasah MTs Al-Fatah Agus Alamsyah mengatakan bahwa kedatangan Mr. Mustafa dapat menambah wawasan baru mengenai pendidikan khususnya dalam bidang pengajaran bahasa Arab dan Inggris.</p>
<p>“Silaturrahmi ini akan sangat bermanfaat bagi kami warga madrasah karena Mr. Mustafa menguasai empat bahasa Arab, Inggris, Spanyol dan Prancis termasuk metode pengajarannya”, ujarnya.</p>
<p>Dalam ramah tamah di gedung MTs Al-Fatah (20/04), Mr Mustafa menjelaskan dasar-dasar metode dan proses tarbiyah dan ta’lim karena ia melihat kondisi tarbiyah dan ta’lim di Cileungsi dan Lampung yang merupakan pusat pendidikan Jama’ah Muslimin masih jauh dari yang diharapkan, karena tarbiyah dan ta’lim berkaitan dengan dasar-dasar metode dan proses tersebut.</p>
<p>Lelaki yang kini mempunyai tiga anak di Maroko itu menekankan pentingnya pendidikan bahasa Arab dan Inggris. “Al-Qur’an dan al-Hadits sebagai sumber pedoman umat muslim keduanya berbahasa Arab. Oleh karena itu, orang yang tidak mengerti bahasa Arab diragukan keislamannya”, katanya. Contohnya orang yang membaca al-Qur’an surat Al-Ikhlas bagi orang yang tidak mengerti bahasa Arab maka tidak akan mengerti isi pembacaan tersebut*</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalnajmu.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalnajmu.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalnajmu.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalnajmu.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalnajmu.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalnajmu.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalnajmu.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalnajmu.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalnajmu.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalnajmu.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalnajmu.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalnajmu.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalnajmu.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalnajmu.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=53&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2011/04/22/pesantren-al-fatah-kota-sukabumi-kedatangan-tamu-dari-maroko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9061c334936c05bbd360e86be4cf873?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Najmu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lebih 2.000 Roket Ditembakkan ke Israel Sejak Awal 2007</title>
		<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/12/05/lebih-2000-roket-ditembakkan-ke-israel-sejak-awal-2007/</link>
		<comments>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/12/05/lebih-2000-roket-ditembakkan-ke-israel-sejak-awal-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 12:08:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Najmu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/12/05/lebih-2000-roket-ditembakkan-ke-israel-sejak-awal-2007/</guid>
		<description><![CDATA[05/12/07 18:09 Tel Aviv/Gaza (ANTARA News) &#8211; Pejuang Palestina menembakkan lebih dari 2.000 roket ke Israel dari Jalur Gaza sejak awal tahun ini, kata wanita juru bicara Israel. Pada hari Selasa (4/12) saja, pejuang palestina menembakkan 21 roket buatan Qassam dan mortir ke wilayah Israel, kata wanita juru bicara tersebut. Pernyataan itu keluar sesudah serangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=46&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>05/12/07 18:09</strong></p>
<p>Tel Aviv/Gaza (ANTARA News) &#8211; Pejuang Palestina menembakkan lebih dari 2.000 roket ke Israel dari Jalur Gaza sejak awal tahun ini, kata wanita juru bicara Israel.<span id="more-46"></span></p>
<p>Pada hari Selasa (4/12) saja, pejuang palestina menembakkan 21 roket buatan Qassam dan mortir ke wilayah Israel, kata wanita juru bicara tersebut.</p>
<p>Pernyataan itu keluar sesudah serangan udara Israel atas pangkalan tentara Hamas di Gaza tengah pada Selasa pagi, yang menewaskan tiga pejuang gerakan keras tersebut, kata saksi dan petugas kesehatan.</p>
<p>Saksi menyatakan pesawat Israel menembakkan dua peluru kendali ke pangkalan barat kota Beir Ballah di Gaza itu, yang segera menewaskan satu orang dan meluka-parahi dua lagi, yang kemudian tewas di rumahsakit.</p>
<p>Sasaran itu ialah satu tenda pangkalan pelatihan sayap bersenjata Hamas, Brigade Qassam, kata mereka.</p>
<p>Tentara Israel memastikan serangan itu, menyatakannya sebagai balasan atas serangan roket dan mortir tanpa henti dari Gaza di Israel selatan.</p>
<p>Salah satu serangan roket itu melukai empat tentara Israel di pangkalan tentara negara Yahudi tersebut di luar Jalur Gaza pada Minggu.</p>
<p>Angka resmi menyatakan sedikit-dikitnya 21 pejuang Hamas tewas akibat serangan udara Israel dan bakutembak dengan tentara Israel, yang masuk-keluar Jalur Gaza sejak awal pekan lalu.</p>
<p>Pada Minggu, sedikit-dikitnya 13 mortir dan roket ditembakkan ke Israel selatan, kata tentara, dengan menambahkan bahwa pada November, lebih dari 240 mortir ditembakkan dari Gaza.</p>
<p>Radio umum menyatakan Israel selatan berulangkali ditembaki mortir dari Gaza pada hari itu.</p>
<p>Menteri Pertahanan Ehud Barak sebelumnya menyatakan memberi kuasa kepada tentara untuk menyasar bangunan pejuang Jalur Gaza seberang, yang dikuasai Hamas, saat Israel mempertimbangkan serangan luas tentara ke dalam wilayah itu.</p>
<p>&#8220;Menteri pertahanan baru-baru ini memberi kuasa kepada tentara untuk memperluas gerakannya sebagai jawaban atas penembakan Hamas dengan mencakup sasaran keududukan tentara berawak Hamas,&#8221; kata kantor Barak mengutip keterangannya pada sidang kabinet mingguan.</p>
<p>Israel beberapa bulan terahir melancarkan serangan terhadap tempat peluncuran roket dan prasarana, tapi menahan diri dari menjadikan markas besar tentara Hamas sejak gerakan Islam itu merebut Gaza pada Juni, kata sumber keamanan tinggi kepada kantor berita Prancis AFP.</p>
<p>Delapanbelas warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan udara dan darat Israel di seluruh Gaza pada pekan lalu, menandai peningkatan tajam kekerasan di sana.</p>
<p>Pasukan keamanan Israel menangkap satu warga Palestina, yang melepaskan tembakan di pos pemeriksaan di dekat kota kecil Ramallah di Tepi Barat sungai Yordan hari Minggu, tapi hanya melukai dirinya, kata jurubicara polisi.</p>
<p>&#8220;Seorang warga Palestina tiba di pos penyeberangan Qalandiya dan mulai melepaskan tembakan dengan menggunakan pistol. Setelah beberapa tembakan, senjatanya macet dan orang Palestina itu ditangkap,&#8221; kata jurubicara polisi wilayah Yerusalem Shmulk Ben Rubi.</p>
<p>Penyerang tersebut menderita luka ringan akibat peluru, yang memantul dari senjatanya, kata Ben Rubi. Tak ada laporan mengenai korban lain.</p>
<p>Pejuang Palestina tengah November menembakkan dua roket ke Israel selatan dari Jalur Gaza, tetapi meledak tanpa menimbulkan korban, kata sumber tentara Israel. (*)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jurnalnajmu.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jurnalnajmu.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalnajmu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalnajmu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalnajmu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalnajmu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalnajmu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalnajmu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalnajmu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalnajmu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalnajmu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalnajmu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalnajmu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalnajmu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalnajmu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalnajmu.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=46&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/12/05/lebih-2000-roket-ditembakkan-ke-israel-sejak-awal-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9061c334936c05bbd360e86be4cf873?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Najmu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Perkembangan Malware di Dunia</title>
		<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/12/01/sejarah-perkembangan-malware-di-dunia/</link>
		<comments>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/12/01/sejarah-perkembangan-malware-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Dec 2007 21:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Najmu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/12/01/sejarah-perkembangan-malware-di-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[Written by ANVIE 1949, Teori Self-Replicating program (program yang dapat menggandakan diri) pertama kali diperkenalkan. 1981, Virus komputer pertamakali yang menyerang sistem operasi Apple 2 muncul dan menyebar melalu program-program game komputer bajakan di Texas. 1983, Fred Cohen mengimplementasikan definisi baku bagi virus komputer. 1986, Virus boot sector pertama kali ditemukan, virus ini menyerang PC [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=45&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Written by <a href="http://ansav.com/content/view/31/1/">ANVIE</a></p>
<p><strong>1949</strong>, Teori Self-Replicating program (program yang dapat menggandakan diri) pertama kali diperkenalkan.<span id="more-45"></span></p>
<p><strong>1981</strong>, Virus komputer pertamakali yang menyerang sistem operasi Apple 2 muncul dan menyebar melalu program-program game komputer bajakan di Texas.</p>
<p><strong>1983</strong>, Fred Cohen mengimplementasikan definisi baku bagi virus komputer.</p>
<p><strong>1986</strong>, Virus boot sector pertama kali ditemukan, virus ini menyerang PC (personal computer) dengan nama virus Brain dibuat oleh dua orang programmer dari Pakistan bernama Basit dan Amjad. Pada tahun ini juga diperkenalkan pertama kalinya virus yang mampu menginfeksi file, diberi nama Virdem (Virus Demo) dibuat di Jerman.</p>
<p><strong>1987</strong>, Virus yang mampu menginfeksi dua jenis file .COM dan .EXE ditemukan di universitas Hebrew Israel. Virus ini bernama Jerusalem dan masih memiliki kesalahan (bug) yang menyebabkan virus menginfeksi ulang (reinfection) file yang telah terinfeksi sebelumnya. Pada tahun ini pula virus Stoned dan Vienna ditemukan, virus Stoned mampu menginfeksi MBR (Master Boot record) dan dibuat oleh seorang pelajar di universitas Wellington New Zealand, sedangkan virus Vienna dibuat oleh seorang pelajar menengah di Austria.</p>
<p><strong>1989</strong>, Kemunculan virus dari Bulgaria bernama Dark Avenger dibuat oleh seseorang yang mengaku dirinya Dark Avenger. Virus ini merupakan jenis virus yang menyerang antivirus. Pada tahun ini pula virus yang menginfeksi file .EXE dengan kemampuan stealth ditemukan, virus ini bernama Frodo dan akan melakukan perusakan hardisk apabila virus berjalan setelah tanggal 22 September setiap tahunnya.</p>
<p><strong>1991</strong>, Virus Indonesia pertamakali ditemukan, virus ini bernama Den Zuko dan terdapat 2 varian. Virus ini dibuat oleh Denny Yanuar Ramadhani dari Bandung Indonesia. Virus ini mampu menghapus (disinfect) disk yang telah terinfeksi oleh virus Brain. Hal ini menjadi bukti adanya virus komputer yang menyerang virus komputer lain. Pada tahun ini pula Virus bernama Tequila lahir, virus ini memiliki kemampuan Stealth, Polymorphic, Multipartition dan juga anti-antivirus.</p>
<p><strong>1992</strong>, Virus boot sector dengan nama Michelongelo berhasil menginfeksi lebih dari 5 juta komputer di seluruh dunia. Pada tahun ini pula VCL (Virus Creation Laboratory) pertama kali tercipta,.VCL merupakan tool kit yang dapat untuk membuat virus komputer secara instan, artinya virus bisa dibuat oleh siapa saja tanpa membutuhkan pengetahuan pemrograman dari pembuatnya.</p>
<p><strong>1994</strong>, Virus dengan nama Pathogen muncul di Inggris. Virus ini memiliki kemampuan polymorphic, dibuat oleh seorang yang mengaku bernama Black Baron, sang pembuat berhasil tertangkap dan dipenjara.</p>
<p><strong>1995</strong>, Virus makro tercipta yang pada waktu itu mulai menginfeksi dokumen jenis Microsoft Word.</p>
<p><strong>1996</strong>, Virus makro yang menginfeksi file-file office Word dan Excel tercipta.</p>
<p><strong>1997</strong>, Terdapat kurang lebih 12000 virus baru tercipta dan tersebar di seluruh dunia.</p>
<p><strong>1998</strong>, Virus benama StrangeBrew membuktikan akan virus yang mampu menginfeksi file Java. Java sendiri merupakan platform yang pernah di bangga-banggakan akan predikat &#8220;bebas virus&#8221;-nya. Pada tahun ini pula dua anak umur belasan dari California berhasil membobol dan mengendalikan sekitar lebih dari 500 sistem komputer pemerintahan dan militer di Amerika.</p>
<p><strong>1999</strong>, Virus makro dengan nama W97M/Melissa hadir. Virus ini mampu menyebarkan dirinya melalui pesan elektronik (e-mail) dan berhasil menginfeksi kurang lebih 1 juta komputer di seluruh dunia. Di lain tempat virus CIH menyebar cukup pesat di Korea dan menyebabkan kerugian finansial kurang lebih US $ 250 juta, virus CIH sendiri merupakan virus yang memiliki kemampuan untuk merusak hardware dengan cara mengoverwrite BIOS.</p>
<p><strong>2000</strong>, Virus ILOVEYOU (Love Bug) yang mirip dengan virus Melissa menyebar lewat email dan memilik aksi menghapus beberapa file multimedia seperti .MP3, .MP2 dll. Virus ini memiliki kemampuan untuk mencuri informasi berharga korban yang terinfeksi dan mengirimkan kepada pembuatnya.</p>
<p><strong>2001</strong>, Worm dengan nama CodeRed berhasil menginfeksi lebih dari 300.000 komputer di seluruh dunia dan mengakibatkan kerugain sebesar kurang lebih US $ 2.5 Milyar.</p>
<p><strong>2002</strong>, Pembuat virus W97M/Melissa tertangkap oleh pihak federal dan dikurung selama 20 bulan. Pada tahun ini pula muncul worm Bugbear yang memiliki beraneka macam tehnik infeksi dengan beberapa metode yang kompleks dan juga kelahiran worm Nimda (merupakan aksara terbalik dari kata &#8220;Admin&#8221;) dan Klez.</p>
<p><strong>2003</strong>, Merupakan tahun kejayaan worm. Worm dengan nama Slammer tercipta dan berhasil menginfeksi tidak kurang dari 75.000 komputer di seluruh dunia dalam waktu 10 menit setelah tercipta. Worm ini memiliki kecepatan reproduksi dan penyebaran tercepat yaitu 8.5 detik/worm. Pada tahun ini pula worm Sobig lahir dan merupakan worm yang mampu melakukan aktifitas spam besar-besaran, setiap e-mail yang dikirimkan akan memiliki nama pengirim   \n big@boss.com  <!--  document.write( '' );  //-->  This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it    &lt;!&#8211;  document.write( &#8221; );  //&#8211;&gt;  , worm yang memiliki pangkat MM (Mass mailer) ini telah mengakibatkan kerugian ekonomi sebesar US $ 29.7 Miliar. Belum lagi selesai terror worm Sobig, muncul lagi worm Blaster yang menyerang servis RPC (Remote Procedure Call) pada sistem operasi Windows, worm yang pernah membuat pihak Microsoft kalang kabut ini memiliki kecepatan penyebaran 4000 infeksi/jam.</p>
<p><strong>2004</strong>, Worm dengan nama MyDoom merajai pervirusan dunia dengan tingkat infeksi yang tinggi dan menguasai 30% bandwidth yang digunakan internauts (pengguna internet) di seluruh dunia. Worm yang menyandang rating high risk dari beberapa vendor antivirus ini memiliki daya hancur yang lebih hebat dari worm Sobig dan Welchia, selain itu worm ini juga melakukan serangan DDoS (Distributed Denial of Service) ke situs www.sco.com dan www.microsoft.com dan juga memblok beberapa situs antivirus.<br />
7-JULI-2007<br />
<strong>By:[4NV|e]</strong></p>
<p>Referensi :<br />
# IBM Research, Antivirus Project, online documented.<br />
# Computer Virus Timeline, http://www.infoplease.com, online documented.<br />
# Symantec Corp., CERT, eWEEK.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jurnalnajmu.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jurnalnajmu.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalnajmu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalnajmu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalnajmu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalnajmu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalnajmu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalnajmu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalnajmu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalnajmu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalnajmu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalnajmu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalnajmu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalnajmu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalnajmu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalnajmu.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=45&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/12/01/sejarah-perkembangan-malware-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9061c334936c05bbd360e86be4cf873?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Najmu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Istanbul Untuk Al-Quds*</title>
		<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/29/dari-istanbul-untuk-al-quds/</link>
		<comments>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/29/dari-istanbul-untuk-al-quds/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 19:42:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Najmu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/29/dari-istanbul-untuk-al-quds/</guid>
		<description><![CDATA[* Artikel ini dimuat atas kiriman dari Sekjen Kispa.Org (Era Muslim) H. Ferri Nur S.Si Istanbul dahulunya dikenal dengan Konstantinopel yang dibangun pada tahun 330 M oleh Kaisar Byzantium Constantine I, merupakan kota bersejarah, kota perjuangan, kota kejayaan umat Islam, kota yang pernah disampaikan Rasulullah saw akan direbut kaum muslimin dari tangan kekaisaran Byzantium, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=44&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">* Artikel ini dimuat atas kiriman dari Sekjen <em>Kispa.Org (Era Muslim) </em>H. Ferri Nur S.Si</p>
<p align="justify">Istanbul dahulunya dikenal dengan Konstantinopel yang dibangun pada tahun<br />
330 M oleh Kaisar Byzantium Constantine I, merupakan kota bersejarah, kota<br />
perjuangan, kota kejayaan umat Islam, kota yang pernah disampaikan<br />
Rasulullah saw akan direbut kaum muslimin dari tangan kekaisaran<br />
Byzantium, yang menganut agama Kristen Greek Ortodoks.<span id="more-44"></span><br />
Dari Abu Qubail , ia menuturkan: “(Pada suatu ketika) kami bersama<br />
Abdullah bin Amr bin Al Ash. Dia ditanya tentang mana yang akan<br />
terkalahkan lebih dahulu, antara dua negeri, Konstantinopel atau Romawi.<br />
Kemudian ia meminta petinya yang sudah agak lusuh. Lalu ia mengeluarkan<br />
sebuah kitab. “Abu Qubail melanjutkan kisahnya, “Lalu Abdullah<br />
menceritakan, “Suatu ketika, kami sedang menulis di sisi Rasulullah saw.<br />
Tiba-tiba beliau ditanya,”Mana yang terkalahkan lebih dahulu,<br />
Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Herakliuslah yang akan<br />
terkalahkan lebih dahulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” (HR. Ahmad,<br />
Ad Darimi, Al Hakim).<br />
Rasulullah saw juga pernah bersabda yang menjelaskan tentang keutamaan<br />
pemimpin dan pasukan  yang membebaskan konstantinopel dari tangan<br />
Byzantium.<br />
Latuftahanna al qusthanthiniyyatu ‘ala yaddi rajulin falani’mal amiru<br />
amiruha walani’mal jaisyu dzalikal jaisyu. (Konstantinopel akan<br />
ditaklukkan di tangan seorang laki-laki. Maka orang yang memerintah di<br />
sana adalah sebaik-baik penguasa dan tentaranya adalah sebaik-baik<br />
tentara). (HR. Ahmad).<br />
Di Istanbul kita akan teringat semangat perjuangan sahabat Rasulullah saw<br />
yang bernama Khalid bin Zaid bin Kulaib bin Tsa’labah Al Anshari Al<br />
<!-- D(["mb","Khazraji, biasa dipanggil Abu Ayub Al Anshari. Beliau termasuk salah satu\u003cbr /\&gt;diantara 70 orang Anshar yang ikut dalam Bai’at Aqabah II, merupakan\u003cbr /\&gt;sahabat yang dicintai Rasulullah saw, bahkan rumahnya pernah menjadi\u003cbr /\&gt;tempat tinggal pertama bagi Nabi saw ketika baru sampai di Madinah dari\u003cbr /\&gt;perjalanannya hijrah meninggalkan kota Makkah.\u003cbr /\&gt;Pada saat mengikuti perang bersama kaum muslimin untuk membebaskan\u003cbr /\&gt;Konstantinopel usianya sudah mencapai 80 tahun, dan ia berpesan kepada\u003cbr /\&gt;Yazid bin Mua’awiyah agar jasadnya dimakamkan di depan benteng\u003cbr /\&gt;Konstantinopel. Sahabat yang meriwayatkan 155 hadits dari Nabi saw, syahid\u003cbr /\&gt;pada tahun 52 H.\u003cbr /\&gt;Di Istanbul kita akan teringat juga dengan &nbsp;Sultan Muhammad II , merupakan\u003cbr /\&gt;Sultan Utsmani ketujuh dalam silsilah keturunan keluarga Utsman. Muhammad\u003cbr /\&gt;II di gelari Al Fatih dan Abu Al Khairat, lahir tanggal 20 April 1429 M /\u003cbr /\&gt;26 Rajab 833 H.\u003cbr /\&gt;Pada tahun 1451 M/ 855 H, usianya menjelang 22 tahun, ia dibai’at menjadi\u003cbr /\&gt;khalifah setelah kematian ayahnya. &nbsp;Semenjak itu ia mencurahkan tenaga dan\u003cbr /\&gt;pikirannya untuk membebaskan Konstantinopel dari kekuasaan Byzantium. Pada\u003cbr /\&gt;jam satu pagi, Selasa, 20 Jumadil Ula 857 H / 29 Mei 1453 M dalam usia 24\u003cbr /\&gt;tahun Sultan Muhammad II mengeluarkan komando untuk melakukan penyerangan\u003cbr /\&gt;ke kota Konstantinopel. Dengan izin Allah pasukan Islam yang dipimpin\u003cbr /\&gt;Sultan Muhammad II yang bergelar Al Fatih dapat membebaskan kota\u003cbr /\&gt;Konstantinopel dari kekuasaan Byzantium. Allahu Akbar, Wa Lillahil Hamd.\u003cbr /\&gt;Sultan meninggal karena sakit ditengah-tengah pasukannya yang akan\u003cbr /\&gt;melanjutkan jihad, 4 Rabiul Awwal 886 H/ Mei 1481 M dalam usia 52 tahun\u003cbr /\&gt;stelah berkuasa 30 tahun lebih.\u003cbr /\&gt;Di Istanbul, kota Islam , kota Perjuangan, kota Syuhada, telah memberikan\u003cbr /\&gt;inspirasi kepada para delegasi Kongres Internasioanal Al Quds, bertemakan\u003cbr /\&gt;“Wajah Peradaban, Kita Melindunginya”,15 -17 Nopember 2007, dihadiri lebih\u003cbr /\&gt;5.000 orang dari berbagai kalangan cendikiawan, tokoh agama, para pemimpin\u003cbr /\&gt;",1] );  //-->Khazraji, biasa dipanggil Abu Ayub Al Anshari. Beliau termasuk salah satu<br />
diantara 70 orang Anshar yang ikut dalam Bai’at Aqabah II, merupakan<br />
sahabat yang dicintai Rasulullah saw, bahkan rumahnya pernah menjadi<br />
tempat tinggal pertama bagi Nabi saw ketika baru sampai di Madinah dari<br />
perjalanannya hijrah meninggalkan kota Makkah.<br />
Pada saat mengikuti perang bersama kaum muslimin untuk membebaskan<br />
Konstantinopel usianya sudah mencapai 80 tahun, dan ia berpesan kepada<br />
Yazid bin Mua’awiyah agar jasadnya dimakamkan di depan benteng<br />
Konstantinopel. Sahabat yang meriwayatkan 155 hadits dari Nabi saw, syahid<br />
pada tahun 52 H.<br />
Di Istanbul kita akan teringat juga dengan  Sultan Muhammad II , merupakan<br />
Sultan Utsmani ketujuh dalam silsilah keturunan keluarga Utsman. Muhammad<br />
II di gelari Al Fatih dan Abu Al Khairat, lahir tanggal 20 April 1429 M /<br />
26 Rajab 833 H.<br />
Pada tahun 1451 M/ 855 H, usianya menjelang 22 tahun, ia dibai’at menjadi<br />
khalifah setelah kematian ayahnya.  Semenjak itu ia mencurahkan tenaga dan<br />
pikirannya untuk membebaskan Konstantinopel dari kekuasaan Byzantium. Pada<br />
jam satu pagi, Selasa, 20 Jumadil Ula 857 H / 29 Mei 1453 M dalam usia 24<br />
tahun Sultan Muhammad II mengeluarkan komando untuk melakukan penyerangan<br />
ke kota Konstantinopel. Dengan izin Allah pasukan Islam yang dipimpin<br />
Sultan Muhammad II yang bergelar Al Fatih dapat membebaskan kota<br />
Konstantinopel dari kekuasaan Byzantium. Allahu Akbar, Wa Lillahil Hamd.<br />
Sultan meninggal karena sakit ditengah-tengah pasukannya yang akan<br />
melanjutkan jihad, 4 Rabiul Awwal 886 H/ Mei 1481 M dalam usia 52 tahun<br />
stelah berkuasa 30 tahun lebih.<br />
Di Istanbul, kota Islam , kota Perjuangan, kota Syuhada, telah memberikan<br />
inspirasi kepada para delegasi Kongres Internasioanal Al Quds, bertemakan<br />
“Wajah Peradaban, Kita Melindunginya”,15 -17 Nopember 2007, dihadiri lebih<br />
5.000 orang dari berbagai kalangan cendikiawan, tokoh agama, para pemimpin<br />
<!-- D(["mb","politik, aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh sastra dan\u003cbr /\&gt;wartawan dari media cetak dan elektronik.\u003cbr /\&gt;Inspirasi itu adalah munculnya “Deklarasi Istanbul” yang berisi komitmen\u003cbr /\&gt;para peserta untuk mendukung Al Quds dan Palestina.\u003cbr /\&gt;Kita semua bekerja demi Al Quds, bergandengan tangan, bahu membahu,\u003cbr /\&gt;bersama di atas jalan menuju Al Quds, berteguh hati betapapun lamanya,\u003cbr /\&gt;betapapun besarnya pengorbanan yang telah diberikan, hari ini kita bertemu\u003cbr /\&gt;untuk Al Quds dan besok kita bertemu di Al Quds, Insya Allah.\u003cbr /\&gt;“.. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia\u003cbr /\&gt;tiada mengetahuinya.”.(QS: Yusuf/12 : 21)\u003cbr /\&gt;\u003cbr /\&gt;Ferry Nur, Sekjen KISPA\u003cbr /\&gt;Emai: \u003ca onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\" href\u003d\"mailto:ferryn2006@yahoo.co.id\"\&gt;ferryn2006@yahoo.co.id\u003c/a\&gt;\u003cbr /\&gt;\u003c/div\&gt;",0] );  //-->politik, aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh sastra dan<br />
wartawan dari media cetak dan elektronik.<br />
Inspirasi itu adalah munculnya “Deklarasi Istanbul” yang berisi komitmen<br />
para peserta untuk mendukung Al Quds dan Palestina.<br />
Kita semua bekerja demi Al Quds, bergandengan tangan, bahu membahu,<br />
bersama di atas jalan menuju Al Quds, berteguh hati betapapun lamanya,<br />
betapapun besarnya pengorbanan yang telah diberikan, hari ini kita bertemu<br />
untuk Al Quds dan besok kita bertemu di Al Quds, Insya Allah.<br />
“.. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia<br />
tiada mengetahuinya.”.(QS: Yusuf/12 : 21)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jurnalnajmu.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jurnalnajmu.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalnajmu.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalnajmu.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalnajmu.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalnajmu.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalnajmu.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalnajmu.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalnajmu.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalnajmu.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalnajmu.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalnajmu.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalnajmu.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalnajmu.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalnajmu.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalnajmu.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=44&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/29/dari-istanbul-untuk-al-quds/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9061c334936c05bbd360e86be4cf873?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Najmu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Intifadah Al-Aqsha dan Ramadhan*</title>
		<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/18/intifadah-al-aqsha-dan-ramadhan/</link>
		<comments>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/18/intifadah-al-aqsha-dan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 01:29:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Najmu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/18/intifadah-al-aqsha-dan-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: H. Ferry Nur S.Si (Sekjen KISPA) * Tulisan ini dipublikasikan atas seizin Kispa.org (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) Hari Jum’at, 28 September 2007 M bertepatan dengan 16 Ramadhan 1428H merupakan hari Intifadhah Masjid Al Aqsha atau dikenal juga Intifadah kedua. Intifadah Al Aqsha atau intifadhah kedua terjadi akibat penolakan umat Islam di kota Al [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=38&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Oleh: H. Ferry Nur S.Si (Sekjen KISPA)</strong></p>
<p><!--[if !supportEmptyParas]--><!--[endif]--><!--[if !supportEmptyParas]--><!--[endif]--><!--[if !supportEmptyParas]--><!--[endif]--><!--[if !supportEmptyParas]--><!--[endif]--><strong><span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p><font color="#339966"><font color="#333399"><strong><font color="#800080">* </font></strong><em><font color="#800080">Tulisan ini dipublikasikan atas seizin</font><font color="#800080"> </font></em></font></font><em><font color="#800080"><strong><a href="http://www.kispa.org/">Kispa.org</a></strong> </font><font color="#800080">(</font></em><font color="#339966"><em><font color="#800080">Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina)</font> </em></font></p>
<p>Hari Jum’at, 28 September 2007 M bertepatan dengan 16 Ramadhan 1428H merupakan hari Intifadhah Masjid Al Aqsha atau dikenal juga Intifadah kedua.<span id="more-38"></span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Intifadah Al Aqsha atau intifadhah kedua terjadi akibat penolakan umat Islam di kota Al Quds, khususnya mereka yang sedang beribadah di dalam masjid Al Aqsha terhadap kunjungan provokatif yang dilakukan Ariel Sharon, pimpinan partai Likud Israel ke Masjid Al-Aqsha pada 28 September 2000 M.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kunjungan tersebut didukung PM Israel saat itu, Ehud Barak, yang telah menyiapkan 600 tentara untuk mengiringinya, ditambah 3000 tentara dan polisi lainnya yang mengamankan jalanan di kota Al-Quds.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sejak 29 September 2000, satu hari setelah kunjungan provokatif Ariel Sharon ke masjid Al Aqsha sampai 3 Januari 2004, rakyat sipil yang insya Allah syahid pada peristiwa intifadhah kedua mencapai angka 2.906 jiwa. Di antara mereka ada 172 wanita, 539 anak-anak di bawah umur, 8 wartawan dan 9 orang asing turut menjadi korban keganasan Israel.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kondisi korban juga sangat mengenaskan. 35% orang syahid akibat peluru di daerah kepala, di daerah badan 23%, dan 42% lainnya meninggal karena tidak sempat dibawa ke rumah sakit akibat dihalangi tentara Israel. Untuk memadamkan api intifadhah kedua, Israel menggunakan alat-alat perang tercanggih seperti rudal-rudal, pesawat F-16, helikopter Apache, dan lain-lain. Beberapa senjata terlarang juga dipakai, seperti peluru “Dumdum”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Konsentrasi Israel lebih terpusat untuk membunuh para pemimpin gerakan Islam pengusung gerakan Intifadhah kedua. Di antaranya, Syekh Shalah Syahadah (syahid 22/7/2002), Ismail Abu Syenab dan terakhir Syekh Ahmad Ismail Yassin (syahid 22/3/2004).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada bulan Ramdhan tahun ini (1428 H), ditengah umat Islam melaksanakan shaum di siang hari dan shalat taraweh di malam hari serta ibadah lainnya yang disunnahkan Rasulullah saw, teringat kembali peristiwa yang telah berlangsung 7 tahun lalu, peristiwa yang sulit dilupakan bagi mereka yang memiliki hati nurani dan kecintaan terhadap masjid Al Aqsha, peristiwa tersebut adalah tindakan provokaif Ariel Sharon yang dilanjutkan dengan pembantaian terhadap umat Islam yang sedang berada di Masjid Al Aqsha.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Suatu tindakan zalim terhadap masjid Al Aqsha dan umat Islam di kota Al Quds telah dilakukan secara vulgar oleh Ariel Sharon dan tentaranya dihadapan masyarakat dunia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).(QS: Al Baqarah/2 : 165).</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,(An Nisaa/4 : 160).</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Orang – orang Yahudi dahulu dan sekarang sama saja, mereka menghalangi manusia dari jalan Allah dengan berbagai macam cara, mulai dari yang halus dengan program dan acara hiburan yang melalaikan melalui media cetak dan elektronik yang mereka buat dan kendalikan hingga tindakan represif dengan melarang umat Islam untuk mengekspresikan keislamanya dalam berbagai aktifitas, termasuk larangan bagi umat Islam memasuki masjid Al Aqsha di kota Al Quds dan masjid Ibrahim di kota Hebron.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maka sangat wajar, Allah memberikan sangsi kepada orang-orang Yahudi sebagai hukuman dengan mengharamkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Diakhir tulisan ini mari kita baca dan renungkan doa yang pernah dibaca umat Nabi Musa yang beriman kepada Allah, beriman kepada Musa dan beriman kepada kitab Taurat:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Lalu mereka berkata: “Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim,</em> <em>dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.”(QS: Yunus/10 :85-86)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Ya Allah lindungilah masjid Al Aqsha dari tangan kotor zionis Israel sebagaimana Engkau telah melindungi dan menjaga masjidil Haram dari serbuan Abrahah dan tentaranya. </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Ya Allah berilah kesabaran, ketegaran dan kemenangan kepada bangsa Palestina dalam menghadapi penjajah zionis Israel.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Ya Allah satukan hati pemimpin – pemimpin Palestina dalam Iman, Islam dan jihad di jalan-Mu.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Allahummanshur Mujahidin fi Filistin 3x<span>  </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p><font color="#339966"></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jurnalnajmu.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jurnalnajmu.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalnajmu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalnajmu.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalnajmu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalnajmu.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalnajmu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalnajmu.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalnajmu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalnajmu.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalnajmu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalnajmu.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalnajmu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalnajmu.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalnajmu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalnajmu.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=38&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/18/intifadah-al-aqsha-dan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9061c334936c05bbd360e86be4cf873?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Najmu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Palestina Cermin Kondisi Umat Islam</title>
		<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/18/palestina-cermin-kondisi-umat-islam/</link>
		<comments>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/18/palestina-cermin-kondisi-umat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 00:47:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Najmu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/18/palestina-cermin-kondisi-umat-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh. Najmudin Ansorullah* Penting mana, pesoalan nasib al-Aqsha dan umat Islam di Palestina atau masalah kemiskinan, kemerosotan moral, penanggulangan bencana alam dan berbagai persoalan lain di negeri ini? Pertanyaan itu sering diajukan sebagian umat Islam di negeri ini seiring kondisi umaAl-Aqsha Mosque Palestinet Islam akhir-akhir ini. Jika melihat cermin kondisi umat Islam sekarang, kiranya pertanyaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=37&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Oleh. Najmudin Ansorullah*</strong><br />
<a href="http://jurnalnajmu.files.wordpress.com/2007/11/al-aqsha.jpg" title="al-aqsha.jpg"><img src="http://jurnalnajmu.files.wordpress.com/2007/11/al-aqsha.jpg?w=141&#038;h=107" alt="al-aqsha.jpg" align="right" height="107" width="141" /></a></p>
<p align="justify"> Penting mana, pesoalan nasib al-Aqsha dan umat Islam di Palestina atau masalah kemiskinan, kemerosotan moral, penanggulangan bencana alam dan berbagai persoalan lain di negeri ini?<span id="more-37"></span><br />
Pertanyaan itu sering diajukan sebagian umat Islam di negeri ini seiring kondisi umaAl-Aqsha Mosque Palestinet Islam akhir-akhir ini. Jika melihat cermin kondisi umat Islam sekarang, kiranya pertanyaan itu sangat relevan. Di saat umat Islam semarak memperingati Isra Mi&#8217;raj dari istana hingga astana tanggal 27 Rajab kemarin, nasib Masjid al-Aqsha hingga hari ini tengah dalam rencana penghancuran oleh Zionis Yahudi Radikal Israel. Pertanyaannya kini, apakah kondisi (al-Aqsha) ini pertanda cermin kekhawatiran bagi umat Islam?</p>
<p align="justify"><strong> Al-Aqsha dan Masjid Kita<br />
</strong></p>
<p align="justify"> Di antara hikmah dan pelajaran penting dari peristiwa Isra&#8217; Mi&#8217;raj adalah untuk mengingatkan bahwa umat Islam dalam kegiatan dan aktivitasnya harus dimulai dari masjid dalam rangka mencapai satu kebangkitan. &#8220;Tanpa itu umat Islam tidak mungkin bangkit&#8221;. Dalam Isra Mi&#8217;raj ada perintah penting berkaitan dengan perintah shalat. &#8220;Shalat adalah Mi&#8217;rajul Mukminin&#8221; (Dialog Jum&#8217;at, 10/08).<br />
Tapi, pernahkah Anda berkeliling di sekitar tempat tinggal untuk melihat kondisi, misalnya shalat Shubuh berjama&#8217;ah di masjid? Terlihat umat Islam kurang begitu semarak, sehingga masjid menjadi sepi. Para da&#8217;i sering menggambarkan dalam ceramahnya, hanya kalangan orang tua atau kakek-kakek yang mengisi masjid saat shalat Shubuh. Bahkan, bukan karena kapasitas keislamannya yang mencla-mencle (kurang), sekedar identitas dan sebagainya, tapi kini cenderung kalangan umat Islam banyak yang lebih paham agama mulai meninggalkan masjid.<br />
Memang, pada dasarnya shalat dapat dilakukan di mana saja asalkan tempat itu bersih dan layak untuk melakukan shalat, setiap tempat adalah masjid (kullu ardin masajid). Namun, dalam shalat Islam memberikan toleransi sekaligus solusi. Apabila umat Islam melakukan shalat di tengan jalan dapat mengganggu aktivitas kendaraan dan mengancam dirinya atau melakukannya di tempat-tempat lain yang tak layak dan kotor. Karena itu, masjid merupakan kebutuhan pokok (primer) untuk melakukan shalat.<br />
Demikian dalam fiqh bahwa tidak sah seseorang memimpin (mengimami) shalat, karena tidak fasih membaca al-Quran. Hal ini, oleh sebagian kalangan (meski paham betul agama) merasa lebih baik memisahkan diri (tafaruq) dalam shalat berjama&#8217;ah di masjid. Pertanyaanya, kenapa tidak lebih awal memimpin shalat atau apakah tidak ada cara lain selain menganggap bodoh sang imam?.<br />
Selain itu, mengenai ketepatan arah kiblat mushalla dan masjid, sebagian mempersoalkan bahwa banyak mushalla dan masjid di negeri ini yang kurang tepat dengan arah kiblat. Selama ini, memang arah kiblat lebih mengarah ke Barat, yang dalam alat ukur kompas atau peta cenderung mengarah ke Afrika. Ketidak-tepatan arah kiblat, juga telah membuat sebagian warga muslim merasa merasa kurang sah shalatnya di masjid bersangkutan. Apakah tidak lebih baik memperbaiki keadaan dari pada lari memisahkan diri meninggalkan masjid yang akhirnya terjebak perpecahan?<br />
Perbedaan aliran paham keagamaan juga telah mengakibatkan seakan masjid yang semula menjadi rumah Allah (baitullah) menjadi tempat privat. Dalam shalat Shubuh, sebagian merasa amalan qunut adalah bid&#8217;ah, lalu merasa enggan melakukan berjama&#8217;ah di masjid yang menjalaninya atau sebaliknya. Begitu pun pada bulan Ramadhan, sebagian umat Islam ada yang merasa kurang nyaman melakukan shalat Tarawih di masjid yang notabene berbeda paham karena perbedaan jumlah bilangan raka&#8217;atnya.<br />
Masih banyak persoalan-persoalan seperti itu yang menyulutkan umat Islam ke jurang perpecahan. Kini, umat Islam tak perlu lagi membuat suatu argument untuk menjauhi masjid. Karena itu, saatnya umat Islam mengembalikan fungsi utama masjid sebagai rumah Allah (baitullah) untuk mengakhiri persoalan umat Islam.<br />
Lalu, mengapa Masjid al-Aqsha? Kekurang-pedulian umat Islam sendiri terhadap masjid, rupanya telah menurunkan juga kesadaran terhadap nasib Masjid al-Aqsha yang disebutkan dalam QS al-Isra ayat 1, &#8220;Mahasuci (Allah), Dzat yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat&#8221; (QS al-Isra [17]: 1).<br />
Peristiwa Isra atau perjalanan malam dari Masjid Haram (Makkah) ke Masjid Aqsha (Palestina), dilanjutkan dengan Mi&#8217;raj (&#8220;naik&#8221;) ke Sidratul Muntaha menghadap Allah SWT (QS an-Najm [43]: 13-14). Peristiwa itu hingga kini sering diperingati umat Islam seluruh dunia dengan Isra Mi&#8217;raj. Isra Mi&#8217;raj merupakan mukjizat Nabi SAW setelah al-Qur&#8217;an, karena saat itu Nabi SAW menerima perintah Allah SWT berupa shalat lima waktu.<br />
Dalam Tafsir Munir karya Nawawi al-Bantani, bahwa kata barakna hawlahu yang tercantum dalam QS al-Isra ayat 1 mempunyai dua makna keberkahan: Pertama, keberkahan dunia. As-Suyuti dalam Tafsir Jalalain, menafsirkan keberkahan itu dengan buah-buahan dan aliran-aliran sungai. Kedua, keberkahan pahala yang berlipat ganda. Masjid al-Aqsha (Palestina) merupakan tempat suci ketiga umat Islam setelah Masjid Al-Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madinah). Rasulullah bersabda: &#8220;Shalat di Masjid al-Haram sama dengan 10.000 shalat di masjid lainnya. Dan shalat di Masjidku sama dengan 1000 shalat di masjid lainnya dan shalat di Masjid al-Aqsha sama dengan 500 kali shalat di masjid lainnya (HR al-Thabrani).<br />
Demikian itu, mengabaikan Masjid Al-Aqsha berarti mengabaikan derajat dan keberkahan dari Allah SWT. Masjid Al-Aqsha merupakan tanggung jawab setiap umat Islam agar tetap terpelihara dalam pangkuan kaum Muslimin yang sampai kini sedang dikuasai Zionis Yahudi Israel?<br />
Ironisnya, umat Islam selalu terjebak pada perdebatan-perdebatan yang tak membawa ke arah kemajuan umat Islam. Dalam reorientasi masalah al-Aqsha, misalnya, umat Islam malah mempertanyakan letak Masjid al-Aqsha. Perdebatan ini, terkait keberadaan Haikal Sulaiman yang dianggap karakteristik Masjid al-Aqsha. Mengkhawatirkan, umat Islam masih meragukan, bahkan tak tahu Masjid al-Aqsha di Palestina. Sebagian kalangan menyebutkan bahwa pada masa Umar bin Khatab Haikal Sulaiman itu telah dipindahkan ke Masjid Al-Haram. Sebagian lagi menyebutkan telah dihancurkan.<br />
Kini, Haikal Sulaiman atau Kuil Sulaiman tidak terbukti keberadaannya. Dengan dalih untuk mencari kuil, Israel melakukan penggalian (excapation) Masjid al-Aqsha yang Nabi SAW menyebutnya masjid berkubah hijau.<br />
Israel membuat kekeliruan dan rekayasa sedemikian rupa melalui media massa, termasuk media massa Arab terhadap muslim di dunia dengan menampilkan Masjid Umar bin Khatab yang memiliki Qubbah al-Sakhra (Dome of The Rock) sebagai Masjid al-Aqsha.<br />
Terowongan di bawah Masjid al-Aqsha yang dibuat Israel, tepatnya di bawah fondasi masjid diklaim sebagai sejarah mereka. Rencana Israel adalah menghancurkan Masjid al-Aqsha dan simbol-simbol Islam lainnya di al-Quds (Yerusalem). Israel mulai membangun Syinagouge tempat ibadah kaum Yahudi tahun 1996 di salah satu terowongan. Sebuah lembaga yang dibentuk rezim Yahudi Israel mengklaim, Synagouge ini telah dibangun untuk menerangi rumah-rumah di sekitar al-Quds selama lebih 3 ribu tahun dalam sejarah Yahudi. Sejarah yang mana? Kebohongan tentu tidak terbukti. Israel yang mereka (Yahudi) sebut negara adalah suatu bangsa Zionis yang dibentuk di atas darah rakyat Palestina.<br />
Rencana kaum Zionis Yahudi Israel itu tentu merupakan penodaan atas kehormatan Islam yang telah diperjuangkan Nabi Saw dan umatnya sejak dulu hingga sekarang. Demikian itu, bagaimana sikap umat Islam? Tentu kita tak mengharap peringatan Isra Mi&#8217;raj hanya sebatas kenangan semata di saat al-Aqsha dan Palestina dalam kekuasaan kaum Zionis Yahudi Israel.</p>
<p align="justify"><strong> Konidisi Islam Masa Kini</strong></p>
<p align="justify">Meski peristiwa Isra Mi&#8217;raj terjadi pada 14 abad lalu, kiranya masih relevan dengan kondisi umat Islam sekarang. Maka, tepat kiranya kalau dikatakan Timur Tengah, khususnya Masjid Al-Aqsha dan rakyat Palestina merupakan cermin kondisi umat Islam dunia masa kini jika Palestina yang penuh berkah itu dapat dikuasai kaum Zionis Yahudi Israel.<br />
Israel dan negara-negara sekutunya sengaja merekayasa dan menebar kebohongan pada umat Islam untuk terpecah, sehingga perselisihan dan pertikaian internal dalam tubuh umat Islam terus terjadi. Tidak menutup kemungkinan kekuasaan dan politik Israel dengan dukungan negara sekutunya akan melumat negara-negara Arab dan berpenduduk Muslim lainnya untuk mereka musnahkan, bahkan sampai baitullah al-Haram (Makkah) yang sering dikunjungi jama&#8217;ah haji dari penjuru dunia. Hal ini, dapat terlihat ketika Zionis Yahudi Israel mampu mengantungi triliunan dolar dari ongkos naik haji (ONH) setiap tahunnya melalui saham-saham mereka yang disimpan di perusahaan transfortasi.<br />
Setelah Israel diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai negara tahun 1947, Israel hadir sebagai pelanggar HAM berat terhadap bangsa Palestina. Dengan batuan negara adidaya (Inggris dan Amerika, Israel menguasai sebagian besar aset perekonomian negara-negara berpenduduk muslim di dunia.<br />
Semantara itu, bangsa Palestina ibarat hidup dalam keterasingan. Hal ini, diperparah dengan kondisi negara-negara Arab dan negara muslim lainnya yang tunduk terhadap kekuatan negara sekutu Israel. Irak yang semula menentang setiap kebijakan Israel berhasil dilumat Amerika, sehingga yang terjadi sekarang bukan hanya agresi militer dan kekuatan politik Israel, tetapi pemusnahan suatu bangsa yang mayoritas Islam. Peradaban Islam yang telah dilalui sejak 14 abad yang lalu cepat atau lambat diguncang oleh kekuatan nafsu ketamakan dan materialisme bangsa Israel dan sekutunya semata.<br />
Di sinilah, sebenarnya letak keimanan umat Islam diuji dengan kesadaran terhadap bangsa-bangsa muslim lainnya, terutama tehadap nasib al-Aqsha dan Palestina. Apabila muncul kesadaran untuk bersatu bahu-membahu melepaskan derita nasib Palestina dan menjadikan al-Aqsha kembali ke pangkuan Muslimin, maka derajat dan kehormatan Islam akan terpancar di seantero jagad. Tapi, jika sebaliknya umat Islam sendiri atau negara-negara muslim tidak mempunyai rasa kepedulian, maka bencana dan malapetaka, kemiskinan, korupsi, kemaksiatan, kerusakan lingkungan sampai isu teroris yang difitnahkan terhadap Islam akan terus berlanjut dan tinggal menunggu waktu.<br />
Isra Mi&#8217;raj bukanlah program rekreasi atau tour nabi Saw dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha, dilanjutkan ke Sidratul Muntaha. Tapi, Isra Mi&#8217;raj merupakan peristiwa suci karena dimulai dengan pembersihan diri Nabi SAW dari sifat-sifat kotor manusia. Bukan pula peristiwa yang berkaitan dengan akal rasio semata. Tapi, Isra Mi&#8217;raj merupakan peristiwa yang berkaitan dengan keimanan. Sehingga akan semakin kokoh iman yang mempercayai, menghayati dan mengamalkan perintahnya. Sebaliknya, akan semakin ingkar orang yang meragukan dan mengabaikannya.</p>
<p align="justify"><strong>Harapan dari Indonesia</strong></p>
<p align="justify"> Sebagaimana al-Aqsha dan Palestina merupakan cermin umat Islam masa kini, negara-negara Arab walau pun kebanyakan penghasil minyak terbesar dunia dan negara-negara muslim lain yang kekayaan alamnya melimpah terlihat kurang serius mengatasi gejolak di Palestina dan nasib al-Aqsha. Kondisi itu menjadikan rakyat Palestina harus bosan dengan dukungan-dukungan moral dan isu perdamaian yang tak kunjung menyelesaian masalah.<br />
Imam besar Masjid al-Aqsha Syeikh DR Muhammad Shiyam dalam ceramahnya hampir satu jam di Ponpes Al-Fatah Cileungsi Bogor menyatakan, &#8220;Tidak ada kendala apapun dalam perjuangan Palestina kecuali perpecahan di dalam dan di antara para pemimpin negara-negara Arab&#8221;. Lebih lanjut, Syeikh mengatakan dalam akhir ceramahnya, &#8220;Harapan terakhir kami (untuk membebaskan al-Aqsha dari cengkraman Zionis Yahudi Israel) adalah dari muslimin Indonesia.&#8221;<br />
Pertanyaannya kini, apakah dengan 85 persen populasi penduduk muslim Indonesia masih akan terus terlena dengan hiruk-pikuk kekuasaan dan politik yang tak kunjung membawa perubahan terhadap kondisi bangsa, sehingga kondisi ekonomi telah membuat kaum muslim khususnya di Indonesia surut menyadari bahwa nasib rakyat Palestina dan Masjid al-Aqsha sedang dijadikan hidangan kaum Zionis Israel? Bukankah itu pertanda derajat dan martabat Islam sedang ternodai?<br />
Dengan memperjuangkan Al-Aqsha dan Palestina semoga Allah SWT tidak mencabut keberkahan dan kemuliaan Umat Islam. Wallahu‘alam</p>
<p align="justify"><em> * Penulis Peminat Kajian Masalah Timur Tengah </em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jurnalnajmu.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jurnalnajmu.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalnajmu.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalnajmu.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalnajmu.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalnajmu.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalnajmu.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalnajmu.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalnajmu.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalnajmu.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalnajmu.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalnajmu.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalnajmu.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalnajmu.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalnajmu.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalnajmu.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=37&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/18/palestina-cermin-kondisi-umat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9061c334936c05bbd360e86be4cf873?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Najmu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnalnajmu.files.wordpress.com/2007/11/al-aqsha.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">al-aqsha.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanggung Jawab Sosial Perspektif Islam</title>
		<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/18/tanggung-jawab-sosial-perspektif-islam/</link>
		<comments>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/18/tanggung-jawab-sosial-perspektif-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 00:26:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Najmu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/18/tanggung-jawab-sosial-perspektif-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Najmudin Ansorullah Dalam hukum, tanggung jawab sangat terkait dengan hak dan kewajiban. Islam menganjurkan tanggung jawab agar mampu mengendalikan diri dari tindakan melampaui batas kewajaran dan kemanusiaan. Tanggung jawab bersifat luas karena mencakup hubungan manusia dengan manusia, lingkungan dan Tuhannya. Setiap manusia harus dapat mempertanggung-jawabkan perbuatannya. Seorang mukallaf (baligh dan berakal) dibebani tanggung jawab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=36&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Oleh: Najmudin Ansorullah</strong></p>
<p align="justify">Dalam hukum, tanggung jawab sangat terkait dengan hak dan kewajiban. Islam menganjurkan tanggung jawab agar mampu mengendalikan diri dari tindakan melampaui batas kewajaran dan kemanusiaan. Tanggung jawab bersifat luas karena mencakup hubungan manusia dengan manusia, lingkungan dan Tuhannya.<span id="more-36"></span></p>
<p align="justify">Setiap manusia harus dapat mempertanggung-jawabkan perbuatannya. Seorang <em>mukallaf</em> (baligh dan berakal) dibebani tanggung jawab keagamaan melalui pertanggung-jawaban manusia sebagai pemangku amanah Allah di muka bumi <em>(khalifah fi al-ardl).<br />
</em></p>
<p align="justify">Tanggung-jawab tersebut perlu diterapkan dalam berbagai bidang. Dalam ekonomi, pelaku usaha, perusahaan atau badan usaha lain bertanggung-jawab mempraktekannya di dalam lapangan pekerjaan, yaitu tanggung jawab kepada Allah atas perilaku dan perbuatannya yang meliputi: tanggung jawab kelembagaan, tanggung jawab hukum dan tanggung jawab sosial.</p>
<p align="justify">Dalam tanggung jawab sosial, seseorang (secara moral) harus mampu mempertanggung-jawabkan perbuatannya terhadap masyarakat apabila melakukan perbuatan tercela. Tanggung jawab sosial ini diiringi norma-norma sosial, karenanya rasa malu dalam diri seseorang dapat memperkuat tanggung jawab sosialnya.</p>
<p align="justify">Buchari Alma (2001), menyebutkan karakteristik tanggung jawab pekerjaan ialah hasil pekerjaan barang atau jasa perlu dijaga mutunya supaya jangan sampai mengecewakan konsumen. Untuk menghasilkan produk bermutu tinggi, perlu peningkatan kualitas pekerjanya itu sendiri, karena ia merupakan pelaku utama dalam menghasilkan produk bermutu.</p>
<p align="justify">Artinya, dalam lapangan pekerjaan, produk barang bermutu dan pekerja yang memiliki SDM tinggi merupakan hal yang tak dapat dipisahkan. Lebih jauh lagi, pekerja berkualitas adalah pekerja yang beriman dan bertakwa, berbudi pekerti luhur, penuh dedikasi dan tanggung jawab, sehat jasmani dan rohani serta memiliki keterampilan (skill) dalam bidang garapannya.</p>
<p align="justify">Di samping itu, dibutuhkan tanggung jawab kuantitas perhitungan angka <em>(accountability),</em> karena pertanggung-jawaban bukan hanya pada pimpinan tetapi bertanggung-jawab kepada Tuhan.</p>
<p align="justify">Manusia harus konsisten untuk melakukan tanggung jawab terhadap sesama dan lingkungannya (ekologi), karena manusia berada pada dinamika keduanya. Dunia bisnis hidup di tengah-tengah masyarakat. Kehidupan bisnis tak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Seorang pebisnis atau perusahaan memiliki tanggung-jawab sosial, karena bisnis tidak terbatas sampai menghasilkan barang atau jasa kepada konsumen dengan harga murah, tapi menurut Bucari Alma (2003), dipengaruhi oleh etik, peraturan dan aksi konsumen.</p>
<p align="justify">Selain dengan masyarakat, perusahaan bertanggung-jawab melindungi konsumen melalui pertimbangan dampak terhadap lingkungan hidup. Hal ini, karena banyak perusahaan yang sering melakukan tindakan kurang seimbang, karena tidak memperdulikan lingkungan dengan memproduksi barang tak bermutu, cukup sekali buang, makanan mengandung beracun, limbah dan lainnya. Kesemuanya itu dapat membunuh (masyarakat) konsumen secara perlahan-lahan.</p>
<p align="justify">Tanggung jawab sosial dari bisnis ialah pelaksanaan etik bisnis yang mencakup proses produksi, distribusi barang dan jasa sampai penjagaan kelestarian lingkungan hidup dari ancaman polusi dan sebagainya. Pelaku usaha atau perusahaan tidak hanya bertanggung-jawab terhadap pemenuhan kebutuhan sesaat konsumen, tapi perlu mempertimbangkan jangka panjang kelangsungan hidup manusia dan ekologi untuk kemaslahatan umum.</p>
<p align="justify">Pelaku usaha, perusahaan atau badan-badan usaha komersial lainnya, sudah saatnya memperhatikan hal-hal yang berkaitan keabsahan transaksinya, karena itu merupakan bentuk tanggung jawab yang mula-mula diselidiki. Seharusnya, tanggung jawab dalam setiap kegiatan ekonomi muncul dari kesadaran yang terdapat pada individu maupun dalam penekanan hukum dari pihak berwenang, seperti melalui perundang-undangan.</p>
<p align="justify">Saat ini, produk-produk tertentu yang dipasarkan ternyata masih banyak yang mempengaruhi buruknya kondisi lingkungan, baik berupa keruksakan ekologi maupun kesehatan manusia. Padahal, sebagaimana Alimin dkk. (2004), setiap makhluk hidup adalah konsumen atas lingkungan hidupnya. Karena itu, perlu pengawasan tehadap bahaya kerugian yang menimpa pihak masyarkat (konsumen) dan lingkungan hidup.</p>
<p align="justify">Berbagai pelanggaran lingkungan, seperti langkanya air bersih akibat limbah pabrik, makanan beracun dan sebagainya telah menyumbangkan berbagai penyakit bahkan kematian warga yang mengkonsumsi. Hal itu, merupakan perbuatan melanggar hukum <em>(i&#8217;tida)</em> secara tidak langsung yang harus dipertanggung-jawabkan pihak pelaku usaha, perusahaan atau badan-badan komersial.</p>
<p align="justify">Setiap perbuatan berbahaya dalam Islam tidak dibenarkan <em>(ghairu masyru&#8217;)</em> dan setiap perbuatan tidak dibenarkan yang membawa bahaya harus dipertanggung-jawabkan, baik kerugian bahaya materil atau jiwa sebagai akibat buruk dari produk pelaku usaha][</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jurnalnajmu.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jurnalnajmu.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalnajmu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalnajmu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalnajmu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalnajmu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalnajmu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalnajmu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalnajmu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalnajmu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalnajmu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalnajmu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalnajmu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalnajmu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalnajmu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalnajmu.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=36&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/18/tanggung-jawab-sosial-perspektif-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9061c334936c05bbd360e86be4cf873?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Najmu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Refleksi, (Ketika Mahasiswa) Bergulat Dengan (Mencari Agama) Islam (?)</title>
		<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/16/bergulat-dengan-islam/</link>
		<comments>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/16/bergulat-dengan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 00:25:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Najmu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/16/bergulat-dengan-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Najmudin Ansorullah Sebelum tuisan ini mengayun diharapkan tidak akan pernah membuat goresan yang dapat melukai apapun atau siapapun. Karena itu, tulisan ini berusaha mencurahkan pikiran dan berbuat seadanya tentang pengalaman yang terlintas tentang realitas dari khidupan di masa-masa yang penuh dilematika ini. Mudah-mudahan tulisan ini juga tidak memandang sepihak demi sebuah pelajaran yang amat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=30&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Najmudin Ansorullah</strong></p>
<p><strong> </strong>Sebelum tuisan ini mengayun diharapkan tidak akan pernah membuat goresan yang dapat melukai apapun atau siapapun. Karena itu, tulisan ini berusaha mencurahkan pikiran dan berbuat seadanya tentang pengalaman yang terlintas tentang realitas dari khidupan di masa-masa yang penuh dilematika ini. Mudah-mudahan tulisan ini juga tidak memandang sepihak demi sebuah pelajaran yang amat berharga.<span id="more-30"></span></p>
<p><strong> Inovasi atau Ijtihad Mahasiswa?<br />
</strong></p>
<p>Semacam sebuah masalah antara keraguan dan keyakinan dengan beragam argumentasi yang dikemukakan tentang keberadaan ijtihad yang masih menjadi polemik di berbagai kalangan di zaman modern. Karena adanya ijtihad sempat menjadikan orang konflik, bercerai bahkan sampai pertikaian yang semestinya tidak terjadi. Dengan masalah itu pihak akademisi, agamawan bahkan politisi pun sempat terciutkan ketika dihadapkan pada persoalan masalah ini.<br />
Dengan ijtihad pula yang pernah dianggap orang dapat membuat manusia (terutama umat Islam) stagnan bahkan mundur beberapa langkah dan dianggap maju oleh sebagiannya.<br />
Sungguh mereka telah terbingungkan dengan sendirinya ketika menjawab beberapa rentetan pertanyaan dengan berbagai dalih dan bertanya bertubi-tubi. Terserah orang akan membulatkan masalah itu menjadi kerucut atau persegi tiga. Jelasnya, permasalahan itu akan terlihat tanpa mengandalkan orang lain dan diri sendirilah yang akan menjawabnya.<br />
Namun, masalah itu dapat diketahui dan dicarikan solusinya apabila setiap orang mau meneropong dan membermaknai suatu pertanyaan yang kiranya tepat hendak diajukan minimal untuk diri sendiri guna tercapainya suatu kesepakatan.<br />
Dari siapa kita dapat membaca dan menulis selain oleh dan atau dari orang tua? Dari mana asal-usulnya kita tahu tentang &#8220;i-en-i-ni -ini&#8221;, &#8220;i-en-u-tu -itu&#8221;menjadi ini dan itu, menjadi sastrawan atau seorang cendikiawan, ejaan Arab &#8220;aba ta tsa&#8221;, atau &#8220;alif fathah taen an, alif kasrah tain in, alif dhamah taen un&#8221; -&#8221;an-in-un&#8221; menjadi ahli kritik agama atau bergelar ulama. Pertanyaan itu sebenarnya memang diakui gampang dijawab. Tapi, entah kenapa memang susah untuk menghayatinya apalagi sampai mengamalkannya atau hanya berpura-pura saja? Apakah tidak yakin dengan yang didapatkan atau setelah tahu ini dan itu kemudian ragu? Kenapa tidak ragu saja dari awal kemudian mengerti?<br />
Terkadang kita mendadak menjadi lugu seperti kucing yang kedinginan tersiram air hujan. Bahkan tidak jarang kucing itu lari terbirit-birit dan kocar-kacir menghindar seperti melihat sapu lidi tatkala seseorang mendapatkan pertanyaan seperti itu.<br />
Memang Islam bisa ditampilkan dengan sosok wajah yang tidak bisa diduga-duga sebagaimana kedatangaannya yang asing, Islam bisa dikritik sebagai hal yang sakral (the sacred) dan bisa sebagai pengkritik sebagai hal yang profan, Islam bisa sebagai ilmu dan ilmu bisa sebagai Islam. Islam bisa saja bergandengan, berbaur, bersenyawa bahkan merangkul dengan yang lain (seperti ajaran-ajaran agama atau kepercayaan-kepercayaan lain). Sebenarnya itu bukan suatu permasalahan yang krusial, tapi yang menjadi permasalahan di sini adalah seringkali Islam &#8220;diselingkuhkan&#8221; dengan Islam.<br />
Kalaulah pengaruh ortodok dalam Islam dengan Islam pembaharuan saling mengadakan benturan argumen mungkin itu hanya mencari titik temu kemajuan dalam lingkaran rahmatan lil-alamin, tapi kalau Islam sudah dikemas menjadi adonan yang bahan-bahannya dari luar Islam yang bukan untuk dikembangkan menjadi &#8220;Islam yang luas&#8221; (seperti istilah Hasjim Wahid), namun untuk dijadikan &#8220;kue lapis Islam&#8221; agar ketahuan yang mana Islam cokelat, kuning hitam dan biru kemudian dimakan dengan renyah, sehingga keutuhan Islam yang luas porak poranda. Dengan begitu, apakah mungkin itu yang dinamakan kehancuran Islam?<br />
Islam bukan pula ibarat binatang kutu di atas kepala yang dicari kera dalam rambut manusia kemudian dengan girangnya langsung ditelan bulat-bulat. Namun, Islam musti dicari dengan hati-hati, apabila diibaratkan dengan mengupas buah kelapa maka akan terlihat pada permulaannya serabut yang empuk, lalu batok yang keras kemudian buahnya. Setelah itu, airnya manis dan buahnya dapat dijadikan lagi minyak sebagai intisari dari buah kelapa. Tergantung bagaimana kita memanfaatkan dari buah kelapa itu apakah akan dimakan secara mentah-mentah ataupun dengan susah payah dapat dijadikan minyak dan bagian-bagiannya lagi dapat dimanfaaatkan sebagaimana mestinya. Mungkin itu gambaran kecil tentang ibarat pencarian Islam.<br />
Islam penuh dengan persyaratan sebagaimana dalam ijtihad yang mempunyai beberapa hal yang harus dipenuhi oleh seorang yang melakukan ijtihad. Seiring dengan permasalahan sosial dan agama yang semakin rumit, maka cara atau metodologinya pun banyak dikembangkan untuk mencari pemecahan solusinya.<br />
Dalam dunia pendidikan Islam dikenal pesantren dan perguruan tinggi, keduanya seringkali berinteraksi satu sama lain tentang pergumulan agama, sosial, politik bahkan teknologi baik dalam wacana maupun penelitian. Bahkan sekarang sudah ada pesantren yang bergandengan dengan perguruan tinggi ataupun pesantren yang menyelenggarakan perguruan tinggi. Itu pertanda perkembangan &#8220;perkawinan&#8221; perguruan tinggi dan pesantren di Indonesia sudah berjalan. Sehingga tidak menutup kemungkinan mahasiswa yang mempunyai kemampuan ganda antara agama &#8220;plus&#8221; pengetahuan umum bisa berkembang biak dengan baik. Selama ini, bila dilihat ke belakang, banyak ulama-ulama yang hanya lahir dari pendidikan pondok pesantren. Namun, tidak menutup kemungkinan ulama-ulama zaman sekarang banyak yang keluar dari &#8220;rahim&#8221; perguruan tinggi. Dengan demikian bila ijtihad masih dapat dilakukan, maka apakah mahasiswa yang sudah mempunyai pengetahuan agama &#8220;plus&#8221; pengetahuan umum akan mengimbangi untuk dimungkinkan mengeluarkan fatwa sebagaimana ulama-ulama terdahulu atau bahkan ijtihad, bahkan mungkin wajib hukumnya? Atau malah sebaliknya bila tidak, sesuai dengan salah satu tugas tri darma perguruan tinggi mahasiswa dapat mengembangkan melalui penelitian-penelitiannya hanya terbatas pada inovasi tanpa menghasilkan ijtihad yang baik dan hanya melakukan budaya ikut-ikutan terhadap pendahulunya.</p>
<p><strong>Berkenalan Dengan &#8220;Islam&#8221; Awal Masuk Kuliah<br />
</strong></p>
<p>Pada paruh awal tahun 2000 terlihat semangat yang tinggi untuk masuk suasana baru yang sebelumnya tidak pernah terduga dialami oleh para mahasiswa, termasuk mahasiswa STAIN, IAIN, UIN dan perguruan tinggi lainnya. Hal ini, terbukti betapa luasnya antusiasme kaum pelajar yang masuk perguruan tinggi dengan jumlah yang banyak dibandingkan dengan angkatan sebelum dan sesudahnya.<br />
Di sisi lain, angkatan wisuda kelulusan perguruan tinggi tidak lebih banyak dibanding ketika masa pendaftarannya. Bisa jadi sisa terbanyak yang belum lulus angkatan 2000 itu karena kekurangan biaya sehingga harus bekerja banting tulang untung membayar administrasi kuliah, perkawinan, perpindahan, sakit bahkan meninggal dunia. Oleh karena itu, mahasiswa yang lulus seyogyanya harus benar-benar bersyukur dan memanfaatkan penghargaan itu, karena selain memasuki tugas baru untuk mengabdi pada agama nusa dan bangsa ia dapat mengurangi beban yang diemban selama kuliah dan menerima tugas barunya setelah kuliah.<br />
Dari mulai pendaftaran sampai registrasi dijalani dengan sendiri tanpa didampingi atau di antar oleh siapapun. Dalam benak pikiran &#8220;apapun yang terjadi akan dihadapi dengan sabar dan bermodalkan keyakinan&#8221;.<br />
Sebelum hari-hari kuliah tiba pertama harus melakukan segala peraturan yang terdapat di kampus. Karena suasana itu masih terlalu asing, walau-pun hati sedikit gundah, kesal bila sesuatu telah menimpa diri dengan tidak masuk akal atau keluar dari aturan agama.<br />
Pada saat hendak melakukan registrasi tepatnya di depan posko Resimen Mahasiswa MENWA (IAIN), seseorang menghadang hendak memberikan sebuah selebaran yang berisikan tentang keberadan salah satu jurusan. Setelah di baca lagi, ternyata famplet itu mengandung kritikan terhadap jurusan yang akan dijalani. Dalam benak pikiran, sebenarnya ada masalah apa kok rasanya sedikit janggal jurusan sendiri di kritik? Ini membuat hati bertanya-tanya dan penasaran seakan ingin cepat-cepat masuk hari kuliah.<br />
Kemudian setelah menuju tempat registrasi di sebelah al-Jami&#8217;ah. Mulailah memberikan segala persyaratan dan petugas menyuruh mahasiswa untuk memberikan ijazah yang dilegalisir, dan persaratan lainnya. Karena masa kelulusan SLTA telah melewati dua tahun. Selain itu, petugas meminta surat kelakuan baik SKKB. Terpaksa waktu itu juga (kira-kira jam 02-an) setelah berdialog dengan petugas, dari Bandung pulang ke Bogor kemudian bolak-balik antara Bogor dan sekolah Aliyah di Menes Pandeglang.<br />
Setibanya di Bogor pulang ke rumah hendak membuat KTP di kantor kepala desa. Di sana memenuhi persyaratan membuat KTP. Namun, sayang kepala desa tidak ada di kantornya, terpaksa harus ditemui ke rumahnya. Sayang, Kepala Desa itu tidak ada di rumahnya, kemudian balik lagi ke kantor desa menemui Sekretaris Desa. Syukur, Sekdes itu mempunyai stempel desa dan ia langsung memberikan stempel dan tanda tangan. Setelah itu, lekas-lekas pergi dan minta izin untuk pergi ke Menes Pandeglang hendak melegalisir ijazah terbaru. Karena jalan raya jalur Bogor Rangkas Bitung sangat jelek dan akan memakan waktu cukup lama, maka diputuskan untuk jalan Jakarta melewati terminal Kali Deres Jakarta Barat. Karena terasa sedikit capek, dalam mobil banyak pedagang yang berjualan secara memaksa kepada calon pembeli yang konsumennya penumpang bus. Hal itu, tidak digubris karena cara berjualannya yang sifatnya memaksa dan bahasanya yang kasar tidak karuan (menyindir dan mengolok-olok), diputuskanlah untuk tidur sekedar menghilangkan capek.<br />
Di sekolah petugas yang masih ada anak Kepala Sekolah yang terkenal sangat galak apalagi kepada lelaki. Bahkan ia pernah ribut dengan anak-anak santri karena peristiwa pembakaran ijazah. Ia yang sudah bergelar Kiyai Haji pernah diancam oleh anak santri pada saat datang ke pesantren. Setelah itu meng-copy izasah sebanyak sepuluh sebagaimana yang diperintahkan Kiyai Haji. Tidak lama-lama dengannya, kemudian menuju rumahnya salah satu guru di Pandeglang. Ia meminta uang dan disuruh membeli rokok olehnya agar proses legalisir cepat selesai. Setelah itu, dengan membawa sebuluh buah legalisir yang diterima. Pulanglah ke pesantren dan menemui salah satu guruku dalam mengaji untuk meminta restu agar dalam perkuliahan nanti berjalan dengan baik dan diberikanlah nasihat-nasihat olehnya. Setelah pamitan kepadanya langsung menemui guru mengaji yang lain untuk &#8220;sungkem&#8221; meminta restu yang kedua kalinya. Dari Menes Pandeglang langsung berangkat ke Bandung untuk melanjutkan proses registrasi yang belum selesai. Setelah proses registrasi rampung dalam memenuhi persyaratan-persyaratan yang diberikan oleh panitia tinggal-lah menunggu hari-hari Ta&#8217;aruf yang diselenggarakan oleh mahasiswa-mahasiswa senior.<br />
Pada masa-masa Orientasi Penerimaan Mahasiswa Baru yang dalam istilah kampus IAIN dikenal dengan &#8220;Ta&#8217;aruf&#8221;. Selama sebulan, setiap hari bersama teman-teman baru untuk mengikutinya tidak jarang kegiatan itu melewati waktu Maghrib. Dalam mengikuti ta&#8217;aruf ketika hendak buang air kecil ke Watter Close (WC) di masjid dan keluar minta izin kepada panitia Co-card kepunyaan teman terbalik dan panitia di luar bertanya dengan menggertak. Mana Co-card-mu? tanya panitia. Teman men-jawab, ada! Kamu sudah minta izin belum keluar dari Aula ini? Tanya lagi panitia (Presma jurusan mu&#8217;amalah). Sudah, kata teman. Panitia itu terus bertanya seperti sengaja mempermaikan. Kepada siapa kamu minta izin? Tanya panitia. Teman menjawab, tuh! kepada orang yang duduk di dekat pintu (Presma jurusan Ahwal As-Syakhsiyah), jawab teman. Panitia itu sudah diduga sedang bersandiwara mempermainkan peserta. Kamu bohong! kata panitia, ia tidak mengizinkanmu tadi, ia (orang yang duduk di dekat pintu) bilang bahwa tidak mendapatkan orang yang hendak keluar Aula. Cepat kamu berdua ke WC dan balik lagi ke sini, kata panitia sambil marah-marah tidak karuan. Setelah pulang dari WC melaporlah ke panitia dan panitia itu menyuruh push-up sepuluh kali. Kemudian mereka menyuruh mendengar pidato, dan teman sebagai penceramahnya di jalan sebelah atas. Setelah itu masuk lagi dan berkumpul bersama teman-teman di atas Aula.<br />
Sewaktu mentoring jatah pembagian keompok kebetulan mendapat kelompok ke-73 yang diberi nama kelompok Abdul Qadir Jailani. Ketika berkumpul dengan kelompok mentoring di sebelah bawah Cape IAIN yang terdiri dari lima belas orang dengan dua pementor yang berasal dari Medan jurusan mu&#8217;amalah dan satu lagi dari jurusan kimia. Satu persatu ditanya oleh panitia mentoring (pementor) tentang pengertian agama Islam kemudian bagaimana rencana ke depan setelah lulus nanti dan sebagainya.<br />
Hati mulai lagi dibuat kesal bahkan gondok melihat kelakuan panitia ta&#8217;aruf yang memperlakukan mahasiswa baru (peserta) seperti yang kurang menjaga etika dan kemanusiaan. Karena pada saat acara perpisahan kegiatan ta&#8217;aruf panitia sudah melwati batas maghrib. Sambil berjalan-jalan menuju pulang ke tempat kost-an teman perbicangkan terfokus pada kekesalan terhadap kelakuan panitia.<br />
Sampai temanku memandang bahwa dalam fiqh kelakuan panitia itu sudah keluar dari jalur Islam dengan mengajak pada hal yang bathil dan layak untuk dibunuh serta mayatnya di buang ke laut. Dalam pikiran mungkin ia berpandangan dengan melihat pada pendapat ulama tentang seseorang yang sengaja meningglkan shalat fardhu.<br />
Sewaktu ta&#8217;aruf terkadang pulang ke rumah kakak di Sumedang atau ke kost-an teman yang sedang kuliah semester V jurusan geologi Universitas Padjadjaran (Unpad). Namun, kebanyakan pulang rumah kakak di Tanjung Sari Sumedang dengan menaiki mobil bus Damri walaupun sambil bergelantungan berdesak-desakan dengan penumpang lain pada pagi atau sore hari. Bersama seorang teman dari Tanjung Sari sering berangkat atau pulang berbarengan.<br />
Pada suatu saat pulang kuliah perdana di kelas, hati merasa senang seperti mimpi ada di kota provinsi ikut mengisi kampus negeri. Sewaktu dalam bus pemandangan indah terjadi ketika jalan berkelok di kawasan Jatiroke, seorang mahasiswi Unpad yang berparas cantik memandang, sedang teman mengejek saja sehingga mahasiswi itu bersikap acuh. Mahasiswa itu seperti orang yang elite, kost-annya saja indah dan megah ketika ia turun di perumahan Panorama. Teman menjelaskan kalau dalam bus kita ditanya kuliah di mana oleh mahasiswa lain lantas kita harus bilang apa? Teman itu seperti ada keraguan dan malu untuk menjelasan dan menyebutkan dari perguruan tinggi agama.<br />
Walaupun kita dari perguruan tinggi agama asal jangan ketinggalan dengan mahasiswa lain yang nota bene pengetahuan umum, biarkan saja. Sebab walaupun berasal dari Unpad atau ITB mungkin ia lebih hebat dari mahasiswa perguruan tinggi agama tentang ilmu pengetahuan yang digelutinya sedangkan, mahasiswa dari perguruan tinggi berbasis agama harus lebih paham tentang pengetahuan agama. Teman tertawa sambil berkata, begini! mengaku saja jurusan tekhnik -tekhnik agama Islam, karena dari PTAIN yang berbasis agama Islam, tapi kesan orang lain bahwa mahasiswa dari PTAIN pun ibadahnya jarang-jarang. Tapi, ada kalanya orang tahu tentang pengetahuan agama tapi memang sebagai agamawan tulen tidak -dalam artian pintar ibadah, ia hanya pintar dalam pengetahuan agama. Ada juga yang pintar ibadah tetapi kurang pengetahuan agama. Dengan begitu silahkan orang yang dari jurusan teknik perguruan tinggi umum nasional PTUN mengungguli mahasiswa yang berbasis agama dalam pengetahuan exact, tapi ia kurang paham tentang metode pengembangan agama melalui teori-teori sosial misalkan.</p>
<p><strong>Budaya Cuwek Mahasiswa dan Keislaman</strong></p>
<p>Terkadang dosen mempunyai karakteristik berbeda-beda, ada yang suka humoris ada yang ingin serius dan ada pula yang sensitif tidak ingin tersinggung oleh mahasiswa. Mereka akan marah apabila dalam pemberikan materi ada mahasiswanya yang bercakap-cakap. Namun, terkadang mahasiswa juga ingin kebebasan dalam proses pembelajarannya dan tidak ingin ada tekanan yang begitu berat sehingga menjadikan beban kepada mahasiswa dalam menerima materi kuliah. Tugas yang diberikan beberapa dosen terkadang menumpuk dari mulai makalah, resume terjemahan dan sebagainya. Biasanya tugas yang dianjurkan kebanyakan berupa makalah baik untuk mandiri atau pun kelompok. Untuk tugas kelompok biasanya mahasiswa perkelas dibagi ke dalam beberapa kelompok. Dosen akan memanggil &#8220;kosma&#8221; (wakil mahasiswa) kelas bersangkutan untuk membagi beberapa kelompok sesuai dengan tema materi yang hendak diberikan.<br />
Dalam metode ceramah, mahasiswa tinggal diam sambil mendengarkan ceramahan dosen di depan kelas atau keliling di antara bangku mahasiswa sambil menjelaskan materi perkuliahan. Setelah itu, memberikan kesempatan untuk mahasiswa apabila ada yang perlu dipertanyakan atau memberikan komentar.<br />
Bahkan tidak jarang dosen datang ke kelas menemui mahasiswa -sekedar memberikan tugas untuk membaca buku yang dianjurkannya setelah itu kembali lagi tanpa memberikan materi sedikit pun. Padahal belum tentu dosen tersebut telah tuntas membaca buku yang dianjurkannya. Lebih parah lagi apabila dosen hanya memberikan satu atau dua pertemuan dari enam belas kali pertemuan. Itu tentu saja akan membingungkan mahasiswa untuk menjawab pertanyaan apa yang diajukan oleh dosen.<br />
Sebenarnya seperti ada sedikit kesamaan antara SLTA dan perkuliahan dari segi materi dan metode pengajaran. Namun, yang dapat membedakan bahwa dalam perkuliahan mahasiswa diberikan kebebasan dalam memberikan kritikan-kritikan atau pun pendapat yang sesuai dengan keinginan mahasiswa. Walaupun demikian, ada juga dosen yang tetap kukuh kurang menerima pendapat mahasiswa apabila mengkritik atau berpendapat secara bebas.<br />
Terkadang juga ada dosen yang sangat ketat dalam memberikan ketentuan bagi mahasiswa dari segi penampilannya. Mahasiswa dilarang keras bila memakai kaus oblong tanpa ada krah di lehernya, bahkan dapat dikeluarkan dari kelas. Begitupun dengan sendal jepit akan sangat bermasalah bagi dosen yang sangat ketat dengan disiplinnya. Tapi, bagi dosen yang serba cuwek dengan penampilan ia akan membiarkan mahasiswa cuwek pula dalam penampilan, namun dalam salah satu penilaiannya misalkan, mahasiswa dituntut aktif dalam berbicara terutama dari segi berdiskusi.<br />
Namun, bila dilihat penampilan seseorang pelajar dari Indonesia yang belajar ke Amerika kemudian mengenal budaya pelajar di sana -Amerika yang membebaskan penampilan tetapi dari segi keilmuan ia tidak boleh ketinggalan. Seketika pulang dari luar negeri dan menjadi dosen di Indonesia ia menerapkan gaya Amerika dengan pakaian cuek tanpa ada beban dari peraturan penampilan, apakah budaya seperti itu harus menunggu seorang pelajar Indonesia ke Amerika terlebih dahulu? Padahal kalau saja memang membantu bagi mahasiswa dalam perkembangannya kenapa tidak di mulai dari sekarang saja mahasiswa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan dirinya dalam penampilan tanpa menunggu harus ke Amerika terlebih dahulu?<br />
Memang terdengar ada beberapa perguruan tinggi umum ataupun agama yang menerapkan budaya demikian. Mahasiswa bebas mengekpresikan penampilan dirinya, ia boleh memilih penampilan seperti koboy ataupun berandalan bahkan seperti artis pun dipersilahkan asalkan mahasiswa dapat menangkap materi kuliah dengan baik.<br />
Ketika bermain-main ke salah satu perguruan tinggi terfavorite ditemukan seseorang yang berpakaian seperti gelandangan, rambut yang sangat kusut, pakaian cokelat dengan banyak jaitan kemudian celana rombeng dan setelah diperhatikan ia membawa tas yang di jinjing. Ia masuk ke kampus terfavorit dan masuk ke dalam kelas. Tidak disangka ternyata ia adalah mahasiswa jurusan Teknik Informatika di salah satu perguruan tinggi terfavorite di Bandung. Dalam benak pikiran, kalau saja seperti itu keadannnya, maka mungkin saja gelandangan bila saja tahu, ia tidak sungkan-sungkan belajar ikut bersamanya memasuki kampus.<br />
Terkadang dalam perguruan tinggi favorite terlihat mahasiswanya yang sedang belajar sembari duduk memanjangkan kakinya ke depan bangku bertumpang tindih dengan kaki temannya sedangkan dosennya memakai topi seperti coboy. Mungkinkah di kampus tersebut sudah diterapkan gaya bebas? Ketika bermain ke kampus yang tidak kalah favoritenya di jalan terlihat mahasiswi cantik, pakainnya sangat ketat, kulit paha kakinya sebagian kelihatan putihnya, ia memakai topi cokelat lebar berhiaskan kembang-kembang berwarna merah seperti yang sering dilihat melalui TV dipakai turis di pinggir pantai. Sambil berjalan-jalan mahasiswi itu dari atas kawasan kampus menuju jalan raya ia berbincang dengan temannya yang memakai jilbab ana pakaian rapi. Hati bertanya-tanya sambil menumpangi motor teman menuju kelas fakultas peternakan (Fapet), di kampus ini kayanya sudah multikultur ya? Karena ada budaya Timur dan Amerika Latin sedang berjalan.<br />
Di kelas sempat aku berpikir, bagaimana jika kampus IAIN bisa seperti itu -multi-kultur? Tapi, aku berpikir mungkin perempuannya yang tidak diperkenankan membuka kerudung. Sebab di kampus IAIN sangat dianjurkan bahakan diwajibkan memakai jilbab dan berpakaian rapi. Tapi, aku mendengar sekarang IAIN Jakarta sedang heboh dengan kasus mahasiswa bernama Muqri Aji jurusan akidah filsafat yang membebaskan mahasiswa IAIN diberikan kebebasan boleh membuka kerudung. Bahkan sebagaian mahasiswanya menggelar spanduk bergambar wanita yang bertelanjang di depan kampusnya. Kemudian Muqri Aji pada suatu kesempatan acara seminar membuat gebrakan setelah peserta diam. Ia mungkin merasa kecewa dengan seminar dialog tersebut dan dengan berdiri menyatakan, &#8220;bahwa saya yang bernama Muqri Aji jurusan akidah filsafat fakultas ushuludin IAIN Jakarta pada hari ini menyatakan keluar dari Islam&#8221;. Sangat berani sekali Muqri Aji menyatakan demikian. Saya berpikir ini gara-gara budaya busana saja dapat menimbulkan keluar Islam. Pagi hari aku membaca Koran kompas bahwa presiden Amerika George W. Bush hendak berkunjung ke korea selatan guna mengikuti konfrensi tentang bahaya nuklir di korea utara. Para mahasiswa menentang dengan keras keputusan presiden amerika itu. orang-orang mahasiswa yang anti Bush menggelar aksi demonstrasi di depan kampus mereka dengan membuat gambar bush dan dipasang di lantai pintu gerbang kampus mereka agar gambar muka Bush terinjak oleh setiap mahasiswa yang hendak pulang atau masuk ke kampus mereka. Saya melihat para demonstran sangat rapi sekali dalam berbusana dengan jaket yang berwarna cokelat dan hitam. Terkadang saya memperhatikan di media masa mahasiswa-mahasiswa luar negeri seperti jepang, cina atau korea sangat reatif dalam berbusana. Pada saat ada kasus virus antrak dan kebijakan tentang perusahaan-perusahaan yang mempunyai asap tebal di kota cina kemudian para mahasiswa cina mengenakan pakaian yang menyerupai masker yang terbuat dari plastik. Kemudian saya membaca lagi tentang kebijakan yang dikeluarkan pemerintah korea untuk melelang perusahaan media masa Koran, para mahasiswa itu mengenakan baju dari Koran. Dari contoh-contoh di atas, hampir pada setiap kasus itu banyak yang berpulangkan pada ekspresi (mahasiswa) pada busana terutama pakaian. Busana seperti gambaran tentang budaya seseorang. Aku pikir bagaimana kalau orang suku Eskimo, Badui atau Asmat ingin masuk kampus mengikuti kuliah? Mungkin kah multikultur itu bisa berjalan dengan lancar terlebih di kampus yang berbasis Islam? Padahal mungkin orang Badui ingin kuliah dengan berpakaian serba hitam dan ikat kain di kepala dengan memakai golok dipinggang atau suku asmat dengan kemaluannya yang hanya diselubungi oleh kayu atau bambu saja.<br />
Mungkinkah mutikultur itu diterapkan di IAIN? Konon IAIN seperti budaya santri sebagaimana yang kubaca di selebaran para mahasiswa yang demonstrasi di kampus. Tapi, mahasiswa jarang yang kelihatan memakai kain sarung, hanya ada satu orang saja yang kulihat dari fakutas Adab memakai busana kain sarung ketika kuliah, atau yang senang dengan pakaian seperti sunan dengan pakaian serba putih jurusan KPI. Sedangkan di fakultas syari&#8217;ah mahasiswa yang memakai sendal jepit dikeluarkan.<br />
Sepertinya IAIN tidak menyerap budaya luar dan tidak menerima budaya dalam. Ia mengambang dalam budaya sistem yang terkungkung dalam ajaran yang tidak jelas entah dari Timur atau dari Barat. Tergantung budaya yang disuruh masing-masing dosen. Ada yang ujian disuruh memakai jas almamater dan ada yang ujian memakai kaus oblong saja. Tergantung budaya menurut masing-masing dosen fakultas.</p>
<p><strong>Simbol Identitas Manusia Shalih?</strong></p>
<p>Seorang mahasiswa datang ke rumah dosennya mengadukan curahatan hati (curhat) kemudian ia hendak shalat isya, selesai adzan berkumandang, sebelum shalat isya ia melakukan shalat sunnat dengan memakai peci hitam kebiru-biruan yang berbentuk seperti payudara bertete hitam.<br />
Di masjid para jamaah hendak mengadakan acara pengajian akbar, mereka sudah saling kenal satu sama lainnya. Mahasiswa spontan menjadi objek pandangan jamaah yang sedang berduduk sila menunggu sang imam masjid tiba karena si mahasiswa tidak begitu dikenal dan dianggap orang asing.<br />
Tanpa terkecuali dosen-pun menatap ke arah mahasiswa itu dan menjawab pertanyaan jama&#8217;ah lainnya yang ada di sekitar masjid, &#8220;ohh.. itu adalah mahasiswa saya&#8221; kata dosen.<br />
Selesai shalat kemudian berbincang-bincang dengan dosen, pada akhirnya mahasiswa itu meminta bantuan agar dosen itu menandatangani perjanjian bahwa ia bersedia menjadi dosen pembimbingnya untuk tugas Kuliah Kerja Lapangan (KKL).<br />
Dengan melihat peci yang terpakai di kepala dosen itu mengatakan dalam bentuk pujian &#8220;saya tahu kamu adalah anak pintar dan shalih, apa yang engkau mau silahkan ajukan dan saya tidak keberatan untuk membantu?&#8221;<br />
Sebagaimana yang diharapkan si mahasiswa semula, tujuannya pun lancar dan mulus. Semula tujuan mahasiswa itu adalah meminta persetujuan dari dosen yang secara akademis tidak dibenarkan karena mahasiswa itu seharusnya mengulang karena kertas KRS tidak diisi dan semestinya harus memohon persetujuan terlebih dahulu dari pihak fakultas. Namun, karena perilaku mahasiswa itu yang sopan dan baik dengan simbol peci di kepala dan bahasa yang sopan santun layaknya seorang yang bermoral tinggi dan agamais telah memecahkan hambatan akademis. Karena biasanya bila mengacu kepada ketentuan akademis kemanusiawian itu tidak berlaku di perguruan tinggi yang terpenting mematuhi peraturan dengan system yang berlaku di perguruan tinggi tertentu.<br />
Bahkan dosen yang sekaligus sekretaris jurusan itu-pun memberikan kesempatan untuk mahasiswa untuk me-rekafitulasi nilai-nilai yang belum rampung untuk diperbaiki malam itu juga dari semua nilai yang disajikan. Tapi, sayang mata kuliah semester akhir-nya belum tuntas dan dua minggu lagi baru akan dilaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS), semester tujuh.<br />
Tidak lama kemudian dengan jarak satu minggu dosen sekaligus sekretaris jurusan itu diganti dengan sekretaris yang baru dan mahasiswa itu sudah tidak bisa lagi melakukan perbaikan nilai sebagaimana yang diharapkan pada malam minggu-minggu kemarin.<br />
Bahkan pergantian sudah diadakan untuk kedua kalinya. Tibalah sekretaris jurusan baru yang konon kata teman-teman mahasiswa yang lain, sekretaris baru itu berdisiplin tinggi, si mahasiswa berpikir benarkah? Sekretaris baru itu adalah mantan petugas biro skripsi yang kerap kali sering menerima uang (sogok) dari mahasiswa untuk diloloskan dalam seminar kelulusan judul. Namun, setelah jadi sekretaris baru jurusan tingkah laku dan ucapannya seperti orang yang shalih saja dan kelihatan seperti sangat disipliner. Ketika seseorang mahasiswa yang hendak memberikan amplop berisikan uang untuk keluluasan judul ditolak sekretaris dan berkata &#8220;saya tidak mau menerimanya dan lebih baik berikan saja kepada orang yang membutuhkan&#8221;. Maklum baru jadi sekretaris baru biasanya orang yang dapat jabatan baru agak bertingkah di depan umum agar kelihatannya seperti orang yang terpuji, pikir mahasiswa.<br />
Seseorang mahasiswa yang baru sembuh dari sakit datang dan meminta dispensasi dalam belajar untuk mengulang nilainya yang belum keluar, kemudian dosen itu-pun yang jadi sekretaris baru bersikap tidak mau tahu dengan alasan yang diberikan mahasiswa walaupun alasan itu berbentuk sakit karena sesuai prosedur bahwa mahasiswa yang kurang nilainya harus mengulang kembali pada semester berikutnya. Padahal mahasiswa itu telah memberikan bukti surat dari dokter bahwa ia tidak bisa mengikuti kuliah dengan rutin dan harus berobat rutin selama enam bulan penuh karena sakit berat.<br />
Tapi, pada kenyatannya sekjur baru itu malah seperti enggan mengeluarkan keputusan yang mengandung resiko untuk mahasiswa, entah karena ia tidak ingin ketinggalan jabatannya atau apa-lah dikata?<br />
Yang jelas sekjur baru itu seperti orang yang benar-benar suci dan disipliner. Padahal di sisi lain, si mahasiswa memberikan alasan selain sakit -ia juga memberikan alasan menyangkut keadaannya seperti penghidupan keluarganya yang pas-pasan dan kedua orang tuanya yang sudah lama meninggal, tanggung jawab terhadap adiknya. Sementara untuk menanggung biaya hidup ia harus mencari uang dengan kerja keras asalkan halal, itupun harus dibagi dengan adiknya agar bisa kuliah. Sementara mahasiswa itu harus bisa hidup dalam keadaan pas-pasan.<br />
Dosen-pun tak menggubrisnya bahkan ia bilang &#8220;siapa yang salah?&#8221; &#8220;itu kan salah kamu selalu menggampangkan terhadap persoalan kuliah sih..&#8221;.<br />
Usaha mahasiswa yang benar-benar jujur itu kandas dalam memberikan penjelasan dari alasan-alasannya untuk meminta dispensasi dan keinginan didengarkan dalam curhatan terhadap dosen sekaligus sekjur baru itu tidak sedikitpun ada alasan yang ditanggapinya dengan baik.<br />
Mahasiswa itu berpikir mungkin saja dunia ini sudah terbalik, di saat kejujuran dan ketulusan itu sudah tidak lagi didengarkan apalagi ditegakkan. Namun, paling tidak simbol telah memenangkan rintangan masa depan yang penuh kekajaman para akademisi yang dilematis. <em>Wallahu&#8217;alam bishawab.</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jurnalnajmu.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jurnalnajmu.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalnajmu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalnajmu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalnajmu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalnajmu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalnajmu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalnajmu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalnajmu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalnajmu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalnajmu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalnajmu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalnajmu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalnajmu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalnajmu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalnajmu.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=30&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/16/bergulat-dengan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9061c334936c05bbd360e86be4cf873?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Najmu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menuju Masyarkat Sadar Lingkungan</title>
		<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/16/menuju-masyarkat-sadar-lingkungan/</link>
		<comments>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/16/menuju-masyarkat-sadar-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 00:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Najmu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/16/menuju-masyarkat-sadar-lingkungan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Najmudin Ansorullah Pembangunan yang sedang terjadi bisa dikatakan pesat diberbagai bidang di Indonesia. Dalam rangka mewujudkan negara yang adil dan makmur, &#8220;keadilan sosial&#8221; harus serta merta dilandaskan sebagai perwujudan sikap pengamalan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui pensejahteraan lingkungan alam dan atau makhluk secara utuh. Selanjutnya, bila kita bersikap jujur apakah perhitungan terhadap dampak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=29&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Oleh: Najmudin Ansorullah</strong></p>
<p align="justify">Pembangunan yang sedang terjadi bisa dikatakan pesat diberbagai bidang di Indonesia. Dalam rangka mewujudkan negara yang adil dan makmur, &#8220;keadilan sosial&#8221; harus serta merta dilandaskan sebagai perwujudan sikap pengamalan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui pensejahteraan lingkungan alam dan atau makhluk secara utuh. Selanjutnya, bila kita bersikap jujur apakah perhitungan terhadap dampak lingkungan alam yang tidak sedikit mengancam setiap nyawa manusia khususnya dan makhluk-makhluk lain telah dilaksanakan? <span id="more-29"></span>Tidaklah sedikit akibat ulah manusia yang tidak memandang setiap tempat; tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan dan makhluk-makhluk lain yang merupakan bagian dari kehidupan diri(nya) dan senantiasa menuntut keputusan manusia untuk berbuat adil dan bijaksana terhadap lingkungan alam ini.<br />
Berapapun besar biaya yang dikeluarkan untuk &#8220;membujuk&#8221; alam ini agar bersikap sopan dan baik terhadap kita tidaklah mungkin terbayar, bila tidak dilakukan pencegahan dari sekarang, karena &#8220;penolakan kerusakan lebih utama didahulukan dari pada membuat kebajikan&#8221;. Alam lebih mengerti terhadap manusia untuk melakukan segala keinginannya. Ia bukan saja tempat manusia untuk berpijak dalam menentukan kehidupan, tapi lebih dari itu merupakan titipan dari Tuhan untuk diolah dan dilestarikan sejak diturunkannya nabi Adam ke muka bumi ini.<br />
Konon watak pribadi, tingkah laku dan kecakapan seseorang dapat dipengaruhi oleh lingkungan yang dianutnya. Lingkungan memang sangat luas pengertiannya baik dari segi demografis ataupun ruang-lingkup kehidupan sehari-harinya (baca: aktivitas kehidupan). Manusia tidak lepas dari lingkungan alam sekitar yang telah memberikan arti penting untuk memahami dan menyadari betapa lingkungan alam saling mempengaruhi kehidupannya. Demikian itu, perlu penyeimbangan dalam membina dan mengolah diri dengan lingkungan alam terutama yang kita tempati.<br />
Pentingnya kesadaran kembali untuk menjaga keharmonisan antara manusia dan lingkungan alam merupakan bentuk syukur kepada Tuhan Semesta Alam yang telah menganugerahkan nikmat yang tak terhitung agar kehidupan ini lebih romantis untuk bernostalgia.</p>
<p align="justify"><strong>Lingkungan Alam di Desa</strong></p>
<p align="justify"> Cibitung Tengah adalah sebuah desa yang berada di kecamatan Ciampea kabupaten Bogor dengan berjumlahkan dua rukun kampung dan 22 rukun tetangga. Adapun perbatasan desa Cibitung di apit oleh beberapa daerah dan arus sungai, di sebelah Barat dibatasi oleh desa Ciampea Udik dan sungai Ciampea, di sebelah Timur dibatasi oleh desa Situdaun, dan sungai Cinangneng, di sebelah Selatan dibatasi oleh desa Tapos, dan disebelah utara dibatasi oleh desa Cinangneng.<br />
Desa Cibitung dapat dikatakan daerah yang sangat sejuk. Bila melihat ke arah selatan maka terlihat Gunung Salak dengan indah, hijau kebiru-biru-an, megah dan perkasa. Seakan mengucapkan &#8220;selamat&#8221; kepada penghuni wilayah ini. Di sana-sini terdapat air mengalir dengan riak dari sumber mata air yang jernih bagaikan &#8220;bertepuk tangan&#8221;. Apalagi ketika musim hujan burung pun seakan ikut bermandi sambil menari di atas bumi ini menikamati air itu, pantas orang menyebutnya dengan &#8220;Kota Hujan&#8221;.<br />
Sawah yang hijau saat padi masih muda seperti pohon berlian, dan ketika menguning bagaikan hamparan emas permadani, petani seakan tak pernah mengenal lelah mengolah tanah baik untuk perikanan, pertanian ataupun kebun dan sebagainya. Rasanya tidak akan cukup untuk menyebutkan karunia Ilahi yang telah terhampar diberikan-Nya kepada penghuni kota, perkampungan dan pegunungan di kawasan itu. Bila tidak lupa aku masih ingat &#8220;mars&#8221; kota Bogor.</p>
<p align="justify"><em>Bogor kota indah sejuk nyaman<br />
bagai bunga di dalam taman<br />
di sana aku dilahirkan dan aku dibesarkan di kota indah sejuk nyaman 2x<br />
</em></p>
<p align="justify"> Benarkah demikian? Benarkah kabupaten Bogor termasuk kabupaten paling kaya di antara yang lain. Jika demikian adanya, kenapa aku harus melihat pemandangan masyarakatnya yang miskin (the have not) dan pengangguran merajalela? Apakah pantas bila mereka harus melakukan pembongkaran, pengrusakan, penggalian pencemaran, dan peyebaran asap hitam yang lebih bau dan busuk untuk menutupi keindahan alam nan amat megah terhadap alam yang tidak berdosa.</p>
<p align="justify"><strong>Sungaiku Sayang Sungaiku Malang<br />
</strong></p>
<p align="justify">Di sebuah sungai Cinangneng yang airnya bersih dan jernih, sebelum hendak menceburkan diri ke sungai, ketika kecil aku terlebih dahulu dapat memilih kali (Sunda: leuwi) yang hendak aku pilih agar bisa bebas berenang dengan teman-teman.<br />
Sehabis sekolah aku sempat pergi bermain untuk memancing ke sungai itu yang banyak sekali ikan-ikan seperti senggal (semacam lele), bahkan tidak jarang ikan seperti emas berukuran besar dan ikan-ikan lainnya pun ada di sungai itu. Kegembiraan yang aku raih pada saat alam yang sangat indah telah membuat diriku terkesan di kala kuhampiri sungai itu yang sekarang seperti tumpukan batu berserakan dan bentengan-bentengan yang tak beraturan.<br />
Keromantisan antara aku dan alamku sangat terjalin dengan harmonis. Mungkin nasibku waktu kecil sangat mujur dibanding anak-anak kecil di desaku sekarang. Aku sangat sedih ketika melihat anak-anak kecil sekarang yang hendak bermain ke sungai, suasananya sangat jauh berbeda dari yang aku alami ketika kecil. Mereka tidak punya pilihan lain untuk bermain mandi di alam bebas kecuali dengan memilih sungai sebagai tempat bermainnya, sedang untuk bermandi di kolam renang harus menambah ongkos biaya lagi bagi ukuran anak-anak di kampung.<br />
Sayang, sungai itu sekarang sudah tidak lagi kelihatan dalam dan jernih. Bila saja waktu menunjukakn jam delapan-an pagi, kelihatan sekali sungai itu seperti kotor dan sangat dangkal, hanya tumpukan batu yang kelihatan berserakan. Sering terjadi sungai menjadi objek manusia yang tidak bertanggung jawab karena pengangkutan barang-barang di sungai hingga terjadi kelongsoran. Pinggir-pinggir kali yang dahulu kala dihiasi dengan pohon-pohon hijau yang indah nan gagah, kini terkikis habis karena penggali-penggali liar dan pemborong batu yang tidak memikirkan dampaknya. Belum lagi dengan &#8220;penabur racun&#8221; untuk ikan hingga aneka macam ikan yang tadinya begitu banyak tidak sedikitpun tampak kelihatan. Irigasi hanya sebatas bangunan yang tak mungkin dapat digunakan untuk pembagian air bagi petani-petani dalam bercocok tanam. Mereka hanya numpang membangun saja tanpa menjaga dan merawatnya, sedangkan petani hanya pasrah tak berdaya karena ladang, kebun dan ikan-ikan mereka tak bisa terguyuri air, walaupun ada sedikit air yang singgah ke tanah garapan mereka, tentu sudah tercampur dengan racun dan kotor seperti oil pelumas, atau air acu (dibaca dialek daerah: air aki) yang layak untuk mesin-mesin kendaraan. Aku rindu sungaiku yang dulu, walau bagaimanpun pembangunan memang perlu, tapi jangan korbankan alamku untuk kepentingan sesaat.</p>
<p align="justify"><strong>Tak Biasa Hidup Tanpa Air Jerih?<br />
</strong></p>
<p align="justify">Ketika aku kecil ibuku pernah bercerita tentang ayahku yang kala itu tahun 1987-an sedang sakit berat. Ia dibawa ke Rumah Sakit di pusat kota Bogor (RS. Karya Bakti). Sakit yang dideritanya adalah penyakit leaver (penyakit jantung), konon ketika ia melakukan buang air besar yang keluar dari(nya) sebuah benda seukuran baso namun berwarna cokelat kemerah-merahan. Setelah diperhatikan ternyata benda itu adalah bagian-bagian kecil hati yang keluar memisahkan diri di dalam tubuhnya.<br />
Suatu peristiwa unik terjadi menimpa ayahku yang terbaring di rumah sakit. Minggu-minggu pertama di rumah sakit ia tidak bisa buang air besar. Setiap perut merasa mual dan hendak buang air besar ia tidak sempat melakukannya dan terus menahannya. Alasannya sederhana, keengganan untuk buang air besar di closet itu ternyata bukan karena sakit yang ia derita. Tapi, tidak betah melakukan hajat buang air besar di closet dan sudah terbiasa melakukannya di Cinangneng, sungai bersih yang berukuran besar. Seketika di bawa pulang ke desa oleh ibuku, sponta saja ketika setibanya di rumah ia langsung menuju sungai itu dan melakukan hajatnya dengan lancar.<br />
Pada tahun 2000-an, aku sendiri yang sudah berusia 20 tahun terbiasa melakukan &#8220;hajat&#8221; itu di closet ataupun tempat lain selain di sungai. Ketika hendak masuk perguruan tinggi di Bandung mula-mula mencari air minimal berukuran kecil dan bersih. Hal itu dilakukan dengan berjalan-jalan kaki atau naik sepeda sekitar 2 kilo dari kediaman kakak di Tanjung Sari, Sumedang.<br />
Entah mungkin ini karena ayahku (baca: turunan) yang tidak terbiasa hidup dengan lingkungan tak berair jernih atau benarkah orang bogor memang begitu sebagaimana yang sering dikatakan orang?</p>
<p align="justify"> <strong>Mitos, Keangkuhan Penguasa dan Premanisme Intelektual</strong></p>
<p align="justify">Aku dilahirkan hari Kamis, kawanku bilang Kamis dalam hitungan falak (ilmu hitung, bisa digunakan terhadap lingkungan alam) yang berarti angin yang tidak menentu -tidak suka diam. Dalam astrologi aku masuk hitungan Aries yang digambarkan dengan domba yang bertanduk artinya berwatak keras keinginannya selalu menjunjung tinggi (baca: cita-cita), terkadang gagal dengan apa yang diharafkan karena tidak mengukur kemampuannya. Benarkah?, haruskah kubenarkan astrologi itu dan mungkin menyalahkannya dengan mengkalaimnya haram?<br />
Sering aku mandi pada saat sungai sedang guntur (daerah: caah) dengan teman-teman di kali Cinangneng, mondar-mandir ketengah bahkan tidak jarang terbawa arus air deras, aku harus dapat mengendalikan diri dalam suasana seperti itu, tepi demi tepi aku lalui. Tapi sebelumnya aku terlebih dahulu melihat ukuran air yang dapat dilalui, bila terlalu deras maka kuputuskan untuk membatalkan dan memilih sungai berukuran kecil yang terletak di samping sungai besar itu. Setelah itu, aku dimarahi ibu karena air pada saat itu sangat keruh berwarna kecokelat-cokelatan seperti adonan kue dodol. Sekeras apapun manusia tidak bisa memaksakan kehedaknya untuk menantang alam ini, karena yang lebih kuasa adalah Tuhan Sang Maha Pencipta.<br />
Di sungai itu banyak kali yang airnya sangat dalam. Ada suatu kepercayaan bahwa di antara kali-kali itu ada yang dinamakan kali lempar (bhs sunda: leuwi timpuk) Karena sudah menjadi kebiasaan turun-temurun tiap generasi, bila seorang hendak mandi di situ harus terlebih dahulu melempar batu sebanyak tiga kali sambil membaca Bismillah tujuh kali dan surat al-Ikhlas tiga kali, bila tidak melakukaknya, maka orang itu akan sakit (Sunda daerah: kasibat) Mungkinkah kejadian di atas, yang dimaksud orang dengan suatu bid&#8217;ah, takahayyul atau sebangsanya? Jelasnya, kali itu tadinya sangat ramai dengan orang-orang yang berbondong mandi dan dalam, sekarang menjadi suatu kali yang sepi dan tidak layak untuk dipakai mandi dan hanya kerbau saja yang bisa mandi di kali itu, karena sudah dangkal oleh tumpukan batu-batu kecil.<br />
Hal yang serupa juga terjadi ketika masyarakat yang sudah terun temurun meyakini bahwa di sekitar istana Bogor ada semacam pendaman harta karun bekas peninggalan kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah Bogor. Konon bila harta itu dipakai untuk melunasi hutang negara maka akan terpenuhi. Mungkin untuk sekedar kepercayaan masyarakat sekitar yang kurang mengerti akan dunia ilmu pengetahuan secara akademis wajar-wajar saja, toh mereka tidak mempunyai maksud untuk membongkar alam demi kepentingan-kepentingan pribadinya. Mereka hanya tahu bahwa bekerja adalah suatu yang mutlak adanya demi mencapai kebutuhannya sehari-hari secara halal. Bagi masyarakat, kepercayaan itu akan menjadi kebanggaan dari cerita kuno yang terus terpelihara secara utuh dan tidak usah &#8220;diganggu&#8221; melainkan dilestarikan sebagai tradisi budaya yang patut ditinjau ulang secara akal sehat &#8220;rasio&#8221;. Secara implisit kita memperoleh keterangan, dalam agama ataupun ilmu pengetahuan bahwa bekerja itu merupakan pondasi bagi seseorang untuk mendapatkan hasil dari &#8220;nilai lebih&#8221; (surplus value) untuk mendapatkan keuntungan secara halal, bukan dengan cara memburu harta karun yang tidak wajar dan tidak jelas kebenarannya.<br />
Bila saja Max Weber masih hidup dan menyaksikan kejadian atas pembongkaran situs batu tulis di Bogor mungkin tokoh sosial itu akan merekonstruksi teorinya dengan meninjau dampak terhadap lingkungan alam dari teori yang menjelaskan tingkat kesempurnaan berpikir seseorang akan membalik terhadap kepercayaan hal-hal mistik.<br />
Coba saja perhitungkan berapa kerugian yang disebabkan oleh pengrusakan lingkungan alam. Bila pengrusakan yang dimaksudkan berasal dari kepercayaan itu, maka seorang ahli agama atau cendikiawan mana pun akan sadar bahwa itu merupakan pembodohan bagi masyarakat.<br />
Ironisnya ketika masyarakat membutuhkan pekerjaan dan pengangguran yang besar terjadi di mana-mana, kepercayaan terhadap adanya harta karun itu lantas memperkuat dengan adanya pembongkaran situs batu tulis di Bogor yang berdampak pada pengrusakan lingkungan. Bila saja kejadian itu membuat masyarakat tergiur dengan buayan-buayan harta yang tidak boleh masuk di akal, maka dengan sendirinya masyarakat telah dididik menjadi pengkhayal. Di sini masyarakat seharusnya diberikan pendidikan secara wajar dan rasional, bukan dijadikan penghayal yang berdampak terhadap lingkungan sebagai objek pengrusakan. Lingkungan seharusnya ditata dan dirawat melalui kesadaran dan pemberian pendidikan yang wajar dan layak terhadap masyarakat.<br />
Alam merupakan bagian dari kehidupan manusia secara utuh, maka dalam konteks ini hubungan manusia dengan lingkungan hidup (alam) adalah merupakan bagian dari pergeseran paradigma yang terlupakan, sehingga keberlangsungan hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhannya dan manusia dengan lingkungan hidup (ekologi) tidak terefleksikan secara utuh.<br />
Sesungguhnya tabir itu akan terbuka apabila kita sadar bahwa tidak ada yang perlu ditutup-tutupi dalam akal pikiran apabila mau berpikir dengan menjadikan alam sebagai sahabat sehari-hari untuk dijaga dan dilestarikan.</p>
<p align="justify"><strong> Paku Alam nan Lentur Ditelan Masa<br />
</strong></p>
<p align="justify"> Jika saja sebuah gunung dapat bicara mugkin akan bercerita kesaksiannya terhadap manusia bahwa &#8220;ia&#8221; telah memuntahkan abu dari Selat Sunda sampai benua Amerika. Berapa ratusan jiwa melayang jauh terusir dari bumi, tanam-tanaman yannn subur menjadi gersang, binatang ternak tidak berdosa jadi korban akibat kemarahannya. Lagi-lagi pasak bumi itu sengaja dicabut dengan berbagai cara manusia yang tidak mau tahu akibatnya.<br />
Kita ambil satu contoh Gunung Kuda di desa Bobos, Dukupuntang, Cirebon yang di ambil batunya, bila saja tidak ada penyeimbangan dari manusia mungkin kejadian di atas akan terulang kembali. Ladang akan tak berpungsi karena suhu panas yang tinggi, atau gunung Guntur di Garut yang diambil pasirnya tidak akan segan-segan memboyong manusia untuk berpindah ke tempat lain karena semburan lahar.<br />
Sebut saja Gunung Pongkor, kini demi kenikmatan sesaat gunung itu tidak segan-segan di jarah emasnya hingga ia marah menelan orang yang hinggap di situ. Orang yang singgah di gunung itu, harus pasrah melepaskan nyawanya karena tidak menyeimbangkan alam lingkungan. Untuk siapa mereka lakukan semua itu, bagaimana generasi selanjutnya yang enggan mengenyam kehidupan di alam bebas bila saat ini isi gunung itu diangkut ke tempat yang amat jauh, Apakah ini yang dinamakan pembangunan berkelanjutan?</p>
<p align="justify"> <strong>Membangun Kemandirian Masyarakat, Upaya Melestarikan Lingkungan<br />
</strong></p>
<p align="justify"><strong> </strong>Listrik masuk desa sebagai penerang desa di kala gelap gulita, ketika aku usia lima tahun, saat itu aku belum sekolah, itu pun hanya sampai perbatasan rukun kampung yang aku huni (Rt. 11/03) dengan rukun kampung Rt. 12, jadi belum sampai pada rumahku. Kegembiraan menyambut kehadiran listrik itu membuat setiap hari sering kuperhatikan petugas listrik dan warga yang memasang tiang-tiang dan kabel-kabel ke rumah warga. Sebelumnya hanya ada penerangan dari lampu-lampu minyak tanah seperti petromak dan lampu-lampu kecil.<br />
Sebenarnya ada listrik yang di kelola oleh swasta yaitu di Rt. 08 milik anak kepala sekolah (Yadi dan Yana). Namun, karena listrik itu bertenaga kincir maka hanya menampung kira-kira 50 kepala keluarga.<br />
Di masa itu, sangat sulit orang mendapatkan penerangan terutama dari manfaat listrik, dengan menggunakan tenaga kincir sudah otomatis alam dijadikan sumber pembangunannya. Namun, tidak lama kemudian pihak pemerintah mengadakan program Listrik Masuk Desa (LMD), maka pembangunan itu tersendat dengan digantikannya oleh listrik milik pemerintah yang sudah menjalar ke desa.<br />
Padahal dibandingkan sekarang, listrik yang konon sering terdengar banyak terjadi hambatan dalam penanganan perhitungan angka selalu membengkak, tidak saja mengakibatkan pengrusakan secara teknis terhadap lingkungan dan masyarakat, tidak akan terkendali dalam meluapkan amarahnya kepada petugas PT. PLN Persero. Kalau saja listrik itu dikelola oleh swasta, mungkin akan lebih bermanfaat demi kemandirian pembangunan desa dan terhadap kesadaran lingkungan alam karena mengunakan pengolahan alam sekitar yang ramah terhadap lingkungannya serta mengurangi biaya pemerintah dengan sedikit pajak negara. Lebih-lebih dalam rangka mengembangkan lingkungan alam di era otonomi daerah, swasta harus diberi kesempatan secara penuh terhadap pengembangan daerahnya sendiri.<br />
Selain itu, alam sekitar yang dirasakan sebagai hubungan emosional terhadap warganya akan terasa sangat penting untuk dikembangkan lebih lanjut dengan kebutuhan-kebutuhan seperti pembangunan jalan, pembangunan irigasi air secara gotong-royong yang dirasakan sangat bermanfaat bagi manusia dan sekitarnya.<br />
Dengan begitu, pembangunan desa juga harus dapat diartikan pula dengan pembangunan kelestarian lingkungan alam. Karena keserasian pembangunan dengan kelestarian alam akan menambah suasana wilayah pedesaan dalam menjalankan fungsinya dapat ditentukan oleh faktor alam yang ditata dengan rapi dan teratur.<br />
Di sini perlu ditegaskan bahwa pembangunan di tingkat desa perlu ditegakan bagi kelestarian alam, bukan rencana pengrusakan alamnya itu sendiri. Karena upaya peningkaatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan alam sekitar dapat ditentukan pula oleh faktor kebutuhan dalam kesehariannya (primer).<br />
Simbiosis Mutualisme antara makhluk hidup ditentukan pula oleh iklim alam yang kondusif, seorang petani atau pengusaha manapun akan mengakui kesalahannya apabila tidak memperhitungkan perencanaannya terhadap pengunaan iklim dan mempergunakan alam dengan baik.<br />
Arah pembangunan lingkungan di tingkat desa lebih bercorak pada tingkat kebersamaan yang tinggi dari warganya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, rapi dan indah. Oleh karena itu perlu disesuaikan dengan corak masyarakat desa, Ferdinand Tonis mengistilahkannya masyarakat &#8220;tatap muka&#8221;, dengan hubungan-hubungan emosional yang kental sebagai dasar perilaku. Nilai-nilai yang berlaku adalah kasih (affectivity), kebersamaan (mutuality) dan alamiyah (naturalness).<br />
Hal ini berbeda dengan corak pembangunan masyarkat yang diikat oleh kepentingan atas dasar yang lebih rasional. Nilai yang berlaku adalah individualitas, persaingan dan pembagian kerja. Lingkungan alam kota yang sangat rumit dengan berbagai varian sistem yang dipakai, peranan pemerintah harus lebih dominan dalam menjaga lingkungan alam bersama warga, dan LSM atau organisasi-organisasi lain yang mendukung akan terciptanya kota yang bersih dan rapi serta jauh dari kotoran polusi yang sering menyelimuti kota.<br />
Namun, perlu disadari bahwa dengan adanya pembangunan kelestarian alam harus pula memberikan warganya untuk hidup rukun dan damai sebagai masyarkat plural sekaligus membentuk ruralisme bukan primordialisme itu sendiri.</p>
<p align="justify"><strong>Lestarikan &#8220;Hutan Kota&#8221;</strong></p>
<p align="justify"> Bila anda mendengar sebuah kota yang mendapatkan julukan &#8220;kota hujan&#8221; maka ingatan anda akan terbawa ke kota Bogor (Belanda dulu menyebutnya &#8220;Buitenzorg&#8221;), sebuah kota yang mempunyai curah hujan sangat tinggi. Di kota itu ada sebuah kebun yang sangat luas dan megah yang konon bekas peniggalan kerajaan pajajaran bernama &#8220;Kebun Raya&#8221; (botanical garden). Maka pantas di dalam kebun itu terdapat sebuah istana yang berdiri megah dengan sebutan &#8220;Istana Bogor&#8221;. Istana itu dikelilingi dengan pohon-pohon yang berusia muda sampai dengan pohon-pohon yang berusiakan ratusan tahun. Ia merupakan penginggalan alam masa lalu yang senantiasa harus di jaga dan dirawat dengan rapih. Selain pohon-pohon itu, ratusan bahkan mungkin ribuan tumbuhan lain pun banyak berkembang di kebun itu, tak ketinggalan sekawanan hewan kijang (sunda: uncal) begitu banyak berkeliaran di sekitar Istana Bogor, sehingga lengkaplah sudah kebun itu ibarat sebuah hutan di tengah keramaian kota yang mendambakan sebuah sistem masyarakat yang bercorakan kota atau yang sering dikenal dengan sebutan &#8220;masyarakat madani&#8221; istilah lain (civil society).<br />
Sungguh Tuhan Maha Adil telah memberikan keseimbangan lingkungan pada alam ini untuk kehidupan makhluk-Nya. Coba saja bayangkan hujan yang sangat intens mengguyuri kota ini dapat tercegah dari banjir karena pohon-pohon yang melindungi kawasan rawan hujan, sungai-sungai sebagai pembawa arus air ke laut serta keseimbangan tempat. Di kota itu, pada siang bolongpun tidak tanggung-tangung hujan itu sempat mampir mengguyuri di kala tempat-tempat lain dalam keadaan kekurangan air. Petir yang seakan menyambar dengan galak tidak membuat penghuni kota itu enggan melakukan keluar rumah, malahan anak kecilpun dengan senangnya bermain bola pada saat hujan sangat lebat, sopir-sopir dengan santai melakukan aktivitasnya. Masyarakt seperti sudah terbiasa menyaksikan kejadian itu.<br />
Biasanya petir lebih mencari benda-benda yang berukuran lebih tinggi. Mungkin masih ingat di benak masyarakat Bogor dengan kasus-kasus orang meninggal karena tertimpa sengatan petir seperti yang terjadi di kampung Cinangka desa Cibitung pada tempo lalu. Waktu itu, sebanyak enam orang yang mencangkul di sawah tersengat serangan petir dan cuma satu orang yang selamat dari bahaya itu sebagai saksi dari kerawanan curah hujan yang mengandung petir-petir yang besar. Hal serupa juga terjadi dalam tempo yang belum lama ini seperti di desa Cimangis Bogor, pantas di kota Kabupaten Bogor ada sebuah desa yang diberi nama dengan Desa Petir. Manfaat dari keseimbangan alam merupakan penyumbang besar bagi keberlangsungan hidup manusia. Ia secara mutlak tidak boleh dipisahkan atau dihindari dari manusia, bila saja lingkungan tidak dapat dilestarikan dan dijaga dengan keseimbangan itu, maka ia akan memberikan ancaman yang besar bagi manusia.<br />
Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang berpenghuni cukup padat dan untuk menghindari dari rawan bencana alam keseimbangan antara alam dan kehidupan manusia perlu dilaksanakan dengan seksama oleh pemerintah, dan segala lapisan masyarakat.<br />
Kota akan terlihat seperti &#8220;hutan belantara&#8221; bila saja lingkungan alam tidak terawat dengan rapi, perusahaan yang kurang ramah dengan lingkungan akan mendapat ancaman baik dari masyarakat dan lingkungan alam itu sendiri, alih-alih teknologi akan menjadi sia-sia belaka bila tidak dipergunakan untuk kelestarian alam, manusia dengan sendirinya akan terperosok ke dalam bencana besar bila tidak memperhitungkan dampak lingkungan alam yang setiap saat mengintai kita. Dengan demikian perlu kesaadaran yang tinggi dari berbagai pihak termasuk elemen masyarakat terhadap lingkungan alam ini agar dengan kesadaran dan cinta terhadap alam pembangunan yang sedang kita lakukan dapat berjalan dengan mestinya. Mari kita wujudkan bersama, masyarakat yang sadar akan lingkungan alam yang bersih, jauh dari kotoran dan tertata rapih. <em>Wallahu A&#8217;lam Bissawwab</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jurnalnajmu.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jurnalnajmu.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalnajmu.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalnajmu.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalnajmu.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalnajmu.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalnajmu.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalnajmu.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalnajmu.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalnajmu.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalnajmu.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalnajmu.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalnajmu.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalnajmu.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalnajmu.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalnajmu.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=29&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/16/menuju-masyarkat-sadar-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9061c334936c05bbd360e86be4cf873?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Najmu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Suara Belantara&#8221;</title>
		<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/16/suara-belantara/</link>
		<comments>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/16/suara-belantara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 00:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Najmu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/16/suara-belantara/</guid>
		<description><![CDATA[Remang-remang Di tengah malam gelap gulita seseorang tertidur sekejap, dua jam. Dalam tidur yang singkat itu, Ia terbawa mimpi ke kampung halaman. Di depan sebuah warung, Ia bersama temannya memperbincangkan tentang kampung halamannya. Temannya bertanya, bagaimana keadaan kampung kita sekarang? Ia berkata, kampung halaman kita sekarang sudah kurang pesonanya! Wah sekarang gaya bicara kamu sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=28&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Remang-remang</strong></p>
<p align="justify">Di tengah malam gelap gulita seseorang tertidur sekejap, dua jam. Dalam tidur yang singkat itu, Ia terbawa mimpi ke kampung halaman. Di depan sebuah warung, Ia bersama temannya memperbincangkan tentang kampung halamannya. Temannya bertanya, bagaimana keadaan kampung kita sekarang? Ia berkata, kampung halaman kita sekarang sudah kurang pesonanya! Wah sekarang gaya bicara kamu sudah seperti pejabat saja!, kata temannya. Ketika terbangun dari tidurnya, Ia sadarkan diri dan termenung, ternyata hanya mimpi malam di tengah cuaca yang sedang remang, gumamnya.<span id="more-28"></span></p>
<p align="justify">Di tengah kegelapan malam, desis suara angin menyambat pori-pori menusuk kelembutan sukma yang sedang gundah dan gelisah. Ia bergegas pergi ke air sembari menenteng lampu minyak tanah untuk mengambil air wudhu. Berulang-ulang Kitab Suci terdengar dengan nada lembut seakan mengalahkan malam yang kelam.</p>
<p align="justify">Malam hampir mendekati Shubuh, hujan baru saja membasuh bumi yang penuh debu kemunafikan dan keangkuhan manusia. Sisa-sisa hujan mulai tampak diiringi kabut dan sayup-sayup cahaya putih dari langit. Pandangan menjadi remang seakan rabun berjalan tanpa tongkat.</p>
<p align="justify">Tiba-tiba teringat teman pernah berkata, bahwa seorang pemikir itu harus rajin bangun pagi, banyak berjalan, berolah-raga, mempunyai ide, rencana, strategi yang baik berwawasan luas dan ketajaman pikiran. Mau tak mau pemikir itu jangan hanya mengandalkan membaca, menulis dan menghabiskan waktu di kamar. Sebisa mungkin harus banyak berbaur dengan masyarakat menyelesaikan masalah, katanya. Hanya remang-remang seperti mimpi malam, karena ucapan teman itu sulit diterima dan dilakukan, sementara pendidikan di negeri ini remang-remang saja, gumamnya.</p>
<p align="justify">Di tengah kondisi keremangan, manusia penuh ketidakpastian, yang tidak pasti adalah remang-remang. Seakan hidup di dunia maya, panca indra menangkap dunia yang penuh ketidak-pastian, yang nampak hanya remang-remang. Jika manusia tidak terbukti bukan terbuat dari tanah, api, udara air, (bawah dan atas), tak pelak lagi manusia adalah makhluk remang-remang. Ia mengetahui bahwa dirinya adalah manusia dari seseorang -orang lain, bahwa kita semua adalah manusia.</p>
<p align="justify">Wanita penjajak cinta atau WTS (wanita tuna susila) sering disebut &#8220;wanita harapan&#8221;, harapan siapa? Konon, WTS kerjanya di tempat remang-remang, tapi pak Polisi dan petugas Pol PP (Polisi Pamong Praja) bertugas menjaring kupu-kupu malam di tempat remang-remang. Jadi, siapa yang suka kerja di tempat remang-remang?</p>
<p align="justify">Pujangga sering mengatakan, dunia penuh keremangan, dalam keremangan malam, remangnya rembulan atau hidup dalam remang-remang.***</p>
<p align="justify"><strong>Ibarat Gunung dan Kelinci</strong></p>
<p align="justify">Dari pandangan kejauhan keremangan gunung perkasa terlihat berwarna biru, namun jika dari jarak dekat banyak pohon hijau menghiasai keindahan gunung. Orang mengira gunung hanya diisi binatang buas atau mengeluarkan letusan lahar, pijaran api panas dan debu. Padahal, bila seisi gunung berbicara mungkin mereka mempunyai cerita pengalaman yang indah.</p>
<p align="justify">Gunung telah bersahabat dengan binatang, air, udara sejuk termasuk manusia. Namun, manusia membuat remang-remang terhadap gunung. Apabila gunung memiliki hasrat untuk membuktikan dirinya bahwa ia bisa membuat manusia remang-remang, tentu manusia menghadapi kesulitan. Gunung cukup bersabar, hanya menatap, duduk bersila tanpa berdiri atau melangkah menonton kelakuan manusia yang serba-serbi.</p>
<p align="justify">Andaikan gunung nan indah dapat bicara, mungkin terdapat cerita. Di suatu rimba belantara terdapat beberapa hewan berkeliaran. Di antaranya kelinci yang cantik dan mempesona, lincah dan menawan. Setelah sekian lama kelinci itu berlari dengan gontai, tapi sebenarnya kencang, gunung menyambut kelinci dengan tersenyum.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Gunung berkata pada kelinci,</p>
<p align="justify">&#8220;duhai puteri cantik, kuingin memberikan hadiah untukmu, jangan engkau bebani dirimu dengan serentetan pertanyaan, siapa sang pemberi, dari mana dan apa hadiah ini, engkau cukup tersenyum terserah mau di dalam hati atau terbahak-bahak itu adalah hak kebahagiaanmu yang tak bisa dicabut dan diganggu-gugat, sekarang dan mudah-mudahan selamanya&#8221;.</p>
<p align="justify">Kelinci itu membalas tersenyum sambil memberikan tarian indah mempesona dan memikat perhatian gunung sehingga luluh tak berdaya dengan tarian kelinci.</p>
<p align="justify">&#8220;Terima kasih kelinci engkau telah membuatku senang dan bahagia&#8221;, kata gunung.</p>
<p>Binatang lain bertanya,</p>
<p>&#8220;wahai gunung, kenapa tak bertekuk lutut saja di depan kelinci itu&#8221;!</p>
<p>Gunung menjawab,</p>
<p>&#8220;sebenarnya aku sudah lama sedang asik bermain petak-umpet dengannya. Bukan aku malu bersujud, tapi hujan terus turun hingga aku harus melidunginya dari kedinginan. Kabut tebal turun dari singgasananya menutupi pandangan, aku hampir kehilangannya. Tiba-tiba kilatan cahaya datang, aku sangat khawatir. Untung saja aku sadar, bahwa potretan Sang Khalik lebih tajam mengintip di berbagai sela-sela penjuru, menitipkan serentetan tugas suci&#8221;.</p>
<p>Seekor ayam berkata dengan lantang,</p>
<p>&#8220;bangun wahai petani!&#8221;.</p>
<p>Sesosok tubuh tak dikenal datang mencaci maki gunung, lalu berkata,</p>
<p>&#8220;hai gunung kau sangat congkak, biarkan kelinci itu bersamaku untuk menjadi penghibur disaat aku kesepian&#8221;. Makhluk tak dikenal itu melanjutkan,<br />
&#8220;jika kelinci itu sudah ada dipangkuanku niscaya ia akan mencintaiku&#8221;.</p>
<p align="justify">Ia berjalan terus ke arah bukit lebih tinggi sambil membawa bunga mawar untuk sang kelinci, tapi hatinya tak tenang karena gunung lawan kuatnya untuk mendapatkan kelinci. Di benak tubuh tak dikenal itu, ia berbisik,</p>
<p align="justify">&#8220;ah dasar gunung suatu saat engkau akan mengetahui kekuatanku dan mengaku kalah&#8221;. Sambil meludah, tubuh tak dikenal itu berkata, &#8220;kelinci menarilah untuku&#8221;.</p>
<p align="justify">Seeokor anjing datang mencium air ludah yang tercecer di atas tanah itu. Anjing bertanya,</p>
<p align="justify">&#8220;milik siapa air ludah ini&#8221;?. Dengan girang anjing menghampiri air ludah itu lebih dekat, lalu menciumnya, anjing berkata, &#8220;ah najis&#8221;.</p>
<p align="justify">Sementara gunung kian malang nasibnya, mukanya bersedih seperti mau menangis.</p>
<p align="justify">Harimau bertanya,</p>
<p align="justify">&#8220;kenapa engkau keluarkan air sungai di mukamu&#8221;?</p>
<p align="justify">Gunung menjawab,</p>
<p align="justify">&#8220;ini bukan mauku, tapi aku kasihan petani tak kebagian air untuk bercocok-tanam&#8221;.</p>
<p align="justify">Air berkata pada gunung,</p>
<p align="justify">&#8220;aku tak mau keluar lagi karena harus melewati limbah pabrik kimia, mereka banyak membuang kotoran sembarangan&#8221;</p>
<p align="justify">Lalu, gunung menengadahkan kepalanya ke atas lalu menunduk bersujud.</p>
<p align="justify">Allahu Akbar!</p>
<p align="justify">saat ini, gemetar dan rendah rasa hatiku</p>
<p align="justify">untuk menghilangkan ingatan masa lalu</p>
<p align="justify">dari kesan keterpurukan masa mendatang</p>
<p align="justify">tanpa disadari semua musti tahu</p>
<p align="justify">8,9 itu telah meluluh-lantakan bangunan kokoh</p>
<p align="justify">mayat-mayat terlihat tergeletak di beberapa persimpangan dan sudut &#8220;Serambi&#8221;</p>
<p align="justify">masa lalu tak akan terlewati kembali</p>
<p align="justify">tapi baru ini yang aku mampu</p>
<p align="justify">&#8220;entah&#8221; sampai kapan aku berhenti?</p>
<p align="justify">karena &#8220;entah&#8221; pertanda ketidak-tahuan</p>
<p align="justify">terkadang harus membayar mahal demi sebuah kata &#8220;entah&#8221;</p>
<p align="justify">sampai kapan kata &#8220;entah&#8221; dapat terjawab?</p>
<p align="justify">ini bagian potret kecil di persinggahan</p>
<p align="justify">dari hutan belantara di pedalaman</p>
<p align="justify">menuju Tanah Suci menyambut panggilan Ilahi</p>
<p align="justify">siapa tahu puteri kecil menjadi Ratu Sulthan</p>
<p align="justify">yang berwibawa melahirkan &#8220;wakil kesempurnaan&#8221;</p>
<p align="justify">kala layar kapal lalu-lalang dari Timur ke Selatan</p>
<p align="justify">dan Tenggara ke arah Timur</p>
<p align="justify">sampai Sri Maharaja memberi perintah membawa puteri China</p>
<p align="justify">Ratu Agung ke Luragung</p>
<p align="justify">merubah menjadi Nyi Mas</p>
<p align="justify">belum lama dari Barat</p>
<p align="justify">bahkan pelosok buana</p>
<p align="justify">berbondong-bondong bertebaran</p>
<p align="justify">layang-layang bermesin nyawa manusia</p>
<p align="justify"> menuju &#8220;Tanah Rencong&#8221;.</p>
<p align="justify">ketika ketimpangan kian menjadi busana</p>
<p align="justify">angin tak mengizinkan layar kapal ikut menggelombang</p>
<p align="justify">bersama ombak sejarah yang terasa kering</p>
<p align="justify">sehingga sulit untuk berenang</p>
<p align="justify">hawa udara telah menyesakan nafas</p>
<p align="justify">hanya mimpi yang membuat terbangun dalam cerita kelam</p>
<p align="justify">lebarnya jalan sudah tak menentukan arah</p>
<p align="justify">meski tak sesempit yang terduga</p>
<p align="justify">lampu-lampu kota tak seindah rasi bintang</p>
<p align="justify">di atas langit yang membuat poros berbentuk layang-layang</p>
<p align="justify">atau seperti kalajengking</p>
<p align="justify">jalan berlekuk dengan kerikil-kerikil tajam</p>
<p align="justify">tanah berlubang di antara semak-semak</p>
<p align="justify">jurang dan hawa sejuk yang segar</p>
<p align="justify">namun terkadang bisa kehilangan arah jalan</p>
<p align="justify">basah tak terasa telah kering</p>
<p align="justify">karena secercah jalan keluar di antara samudera ketidak-pastian</p>
<p align="justify">ingin rasanya mendobrak</p>
<p align="justify">melewati</p>
<p align="justify">melawan kerinduan yang menggigil</p>
<p align="justify">dalam bara api panas</p>
<p align="justify">meleleh dan berbaur dalam air jernih</p>
<p align="justify">adat bukan lagi nostalgia</p>
<p align="justify">tapi kebiasaan itu sudah luar dari biasa</p>
<p align="justify">larut dalam peradaban manusia</p>
<p align="justify">darah tak lagi terpisah atau dipisahkan</p>
<p align="justify">tapi bersatu melahirkan kejayaan</p>
<p align="justify">&#8220;trah&#8221; bukan suatu kebanggaan</p>
<p align="justify">tapi yang musti diluruskan dan memohon &#8220;limpahan&#8221;</p>
<p align="justify">kemarin tak terasa untuk esok yang terasa</p>
<p align="justify">berapapun makhluk di dunia</p>
<p align="justify">dan malaikat di atas langit ke-tujuh sampai &#8220;Arsyi al-Majid&#8221;</p>
<p align="justify">tak dapat menghitung nikmat Tuhan</p>
<p align="justify">beribu kejenuhan hanya terjawab dengan yang tak terpancar oleh mata</p>
<p align="justify">perlindungan terbalik arah menjadi yang dilindungi</p>
<p align="justify">dari manis menjadi pahit</p>
<p align="justify">pahit menjadi manis</p>
<p align="justify">tertawa terbahak-bahak</p>
<p align="justify">bebas tanpa rasa malu</p>
<p align="justify">kemegahan lenyap tanpa bekas</p>
<p align="justify">diganti sebuah reruntuhan</p>
<p align="justify"><strong>Untuk Masa Depan</strong></p>
<p align="justify">Masa lalu memang tak akan terulang lagi, kendati sesosok hadir dengan wajah yang berbeda, tapi setidaknya ada sebuah makna yang tersisa. Harus kah teringat sebuah nama, kisah, kelapa di perkebunan, luka, atau sebuah kedamaian yang tak kenal panasnya perut bumi.</p>
<p align="justify">Seorang bocah kecil bersandalkan jepit dan kaki seperti ubi bakar orang katakan. Tak tahu debu itu kotor, air bisa juga berbahaya, api lampu akan membakar alisnya, membuat meriam dari minyak tanah dan sepotong bambu, perahu-perahu berlayar di kolam terbuat dari kertas atau dedaunan. Melihat kenakalan sang kakak marah menggosok kulitnya dengan batu hingga kakinya lecet. Lalu, bocah itu mengintip sang ibu sedang apa di rumah. Padahal, sang ibu dan keluarga sedang sibuk sambil tertawa melihat kelakuan bocah itu.</p>
<p align="justify">Ahli jiwa mengatakan hilangkanlah masa lalu yang buruk, tapi kenapa yang baik tidak? Bukan sungguhan tapi sebuah mainan di kala bocah itu memegang senjata dari kayu bercat merah putih, tertidur lelap mempermainkan ayahnya, menyetir mobil dari kayu atau sendal jepit. Menggelinding bocah itu terjatuh di lantai karena tembok licin terbasahi air hingga kepalanya benjol.</p>
<p align="justify">&#8220;Manuk dadali, manuk pang-gagahna&#8221; itu bisa menjadi &#8220;manuk piit&#8221; atau &#8220;manuk-manukan&#8221; yang bisa di lempar batu dengan ketapel dari jarak dekat tatkala singgah di abad &#8220;era-era-an&#8221;. Tertawa dan gembira, bersedih dan menangis sambil telanjang tanpa sehelai kain di tengah lapangan terbuka sambil memperebutkan bola dengan temannya. Bocah itu merasakan dinginya air hujan yang membasahi tubuh hingga harus jatuh bangun dari sakit. Tanah merah memenuhi kepalanya sehingga tubuh kotor serta rambut lengket dengan tanah.</p>
<p align="justify">Geremas cuaca menghanyutkan tubuh yang gemetar terhampiri sebuah kenangan kelam. Akan kah bisa terhapuskan? Gunung selalu mengajak bercanda bermain petak umpet, di pagi atau sore hari tertutup kabut tebal. Dulu, bukan sekarang orang mengajaknya bercerita dan menjadikan pendengar setia tentang suatu masa. Kini, bukan dulu bocah itu tidak lagi menjadi pendengar atau penonton, tapi layar itu telah roboh tersapu angin zaman yang berlari kian cepat.</p>
<p align="justify">Jika Maling Kundang diberikan ramuan ingatan tentang suatu masa, maka Ia tak akan membendung sungai Citarum hingga Priyangan tak lagi berbusana, seperti bocah kecil itu. Tapi, bila tidak ada ayunan tangan dan tiupan melodi angin zaman, bocah itu akan menendang kembali membalikan perahu membuat candi menjadi saksi bisu yang hanya mengangap-angap saja.</p>
<p align="justify">Memori itu akan terulang kembali bila tidak dilarutkan ke dalam cairan tinta zaman yang hanya akan menodai kertas putih berayun menyisiri pantai mengikuti ombak dunia yang penuh warna-warni.</p>
<p align="justify"><strong>Pagi di Perkampungan</strong></p>
<p align="justify">Dari penjuru arah, terihat kampung yang amat sejuk dan indah. Sebuah gunung berundak seperti kulit buah yang melapis. Dari kejauhan terlihat warnanya bukan cokelat, tapi hijau. Megah dan perkasa, seakan ingin mengucapkan &#8220;selamat&#8221;, selamat siang, selamat sore, selamat malam, selamat pagi dan selamat berjuang kepada penghuni tempat itu. Air sungai mengalir dengan riak bagai bertepuk tangan dari sumber mata air yang jernih.</p>
<p align="justify">Dingin menembus pori-pori menusuk jemari kalbu menantikan sang surya tiba. Gemericik air hujan malam hari membuat udara terasa dingin. Pagi tiba kabut pun menyambut seperti turun dari singgasananya. Suatu hari yang tak kenal pantangan bagi alam telah berlaku di tempat itu. Dengan rasa tertegun kepada Ilahy, layar lebar tertutup hawa dingin berwarna putih, membasahi semua yang tersinggahi. Potretan sinar datang seakan ingin mengabadikan suasana nan indah.</p>
<p align="justify">Bangun wahai petani! Ayam sudah berkokok pagi kelam. Sungguh malu mereka sudah bersiap-siap bahkan dari tadi menemani &#8220;kongkorongok&#8221;-nya sang jago merah jantan.</p>
<p align="justify">Padi yang menguning di ladang sawah bagaikan hamparan emas. Petani seakan tak pernah mengenal lelah mengolah tanah. Rasanya tak akan cukup untuk menyebutkan karunia yang telah diberikan-Nya kepada penghuni bumi pertiwi. Benarkah bahwa alam kita termasuk paling kaya di antara negara lain? Jika demikian, kenapa masih banyak terlihat masyarakat yang hidup dalam kemiskinan dan pengangguran merajalela?</p>
<p align="justify">Terdengar riuh gemuruh air di sebelah Timur membuat warga menyambut dan menyirami tubuh yang sudah kedinginan. Di sebelah Barat terdengar suara gaung mobil yang mengisyaratkan dan mengatakan, &#8220;ayo saya sudah siap!&#8221; Bergelinding roda empat membawa warga menuju sejuta harapan.</p>
<p align="justify">Anak-anak berseragam sekolah dengan asik berjingklak-jingklak berjalan menyusuri jalanan becek dan licin pinggir sawah mencari bebatuan atau menginjak rerumputan melompat-lompat menghindari air dan kotoran yang dapat menodai baju putih dan celana merah.</p>
<p align="justify">Tak ketinggalan anak-anak berseragam rapi mengenakan celana panjang dan pendek berwarna biru tua dan biru kemuda-mudaan bertuliskan OSIS berwarna kuning dan ada juga berwarna cokelat dengan celana panjang abu-abu mengenakan tas berjalan dengan gagah di pinggir sawah yang licin.</p>
<p align="justify">Benar, tiba-tiba air hujan menetes dari atas, lalu menderas. Anak-anak itu tak kehabisan cara, mereka berteduh di bawah pohon sambil memegang sehelai daun pisang di tengah pesawahan. Bahkan ada yang tidak menghiraukan hujan, Ia maju jalan terus pantang mundur untuk menyongsong masa depan dengan sehelai daun pisang.</p>
<p align="justify">Orang tua tersenyum melihat anaknya kehujanan seperti yang pernah merasakannya. Kalau sakit tentu orang tua yang harus merawatnya. Mungkin pikirnya, dengan dedaunan, sakit akan tersembuhkan. Seperti ayam yang suatu waktu terjangkit penyakit ayan dipercayai bisa sembuh dengan ditutupi daun talas.</p>
<p align="justify">Salah seorang anak sakit panas dan tidak bisa pergi sekolah. Sang bapak langsung membawa daun Ki Hujan (daun lebat berukuran kecil) dan membasahi kepala anaknya dengan air hangat yang sudah diramu dengan dedaunan.</p>
<p align="justify">Di sekolah, ibu guru menerangkan pelajaran dan berkata,</p>
<p align="justify">&#8220;anak-anak sekarang kata pemerintah bahwa Indonesia sudah masuk musim hujan, jadi kita harus siap, siap apa anak-anak&#8221;?</p>
<p align="justify">Salah satu murid menjawab,</p>
<p align="justify">&#8220;siap-siap ibu guru&#8221;!</p>
<p align="justify">Di sebelah belakang seorang murid menjawab,</p>
<p align="justify">&#8220;siap payung sebelum hujan&#8221;!, kata anak-anak.</p>
<p align="justify">&#8220;Betul sekali anak-anak&#8221;, kata ibu guru.</p>
<p align="justify">Ibu guru menambahkan,</p>
<p align="justify">&#8220;kita juga harus siap-siap menjaga kesehatan agar tidak terkena, tidak terkena apa anak-anak&#8221;?, tanya ibu guru.</p>
<p align="justify">Anak-anak menjawab,</p>
<p align="justify">&#8220;agar tidak terkena diare dan demam berdarah&#8221;, jawab anak-anak.</p>
<p align="justify">&#8220;Betul kamu&#8221;, kata ibu guru cantik kepada anak-anak agar kelihatan anak-anak tetap ceria.</p>
<p align="justify">Di pinggir sebelah kanan bangku ke-dua dari depan seorang anak bercerita,</p>
<p align="justify">&#8220;ibu guru, ibu guru, kemarin ada orang di kampung saya yang sedang di sawah meninggal tersengat petir, matanya melotot tubuhnya hitam hangus terbakar, tubuhnya terbalik ke tanah ketika di angkat tetangga yang melihat Ia terasa keras seperti patung, kenapa ya ibu&#8221;?</p>
<p align="justify">Ibu guru tersentak kaget dan merinding mendengar anak yang bercerita dengan polos tanpa mengenal rasa ngeri itu. Ibu guru pun langsung duduk yang semula berdiri dengan ceria menuju kursi dengan tubuh lemas terkepar di depan kelas.***</p>
<p align="justify">                                                                                      <em>Bandung, Rabu, 06:30 Pagi 23-02-2005</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jurnalnajmu.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jurnalnajmu.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalnajmu.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalnajmu.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalnajmu.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalnajmu.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnalnajmu.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnalnajmu.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnalnajmu.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnalnajmu.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalnajmu.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalnajmu.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalnajmu.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalnajmu.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalnajmu.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalnajmu.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&amp;blog=1584336&amp;post=28&amp;subd=jurnalnajmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/16/suara-belantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9061c334936c05bbd360e86be4cf873?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Najmu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
