<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>JURNAL NAJMU &#187; Daerah</title>
	<atom:link href="http://jurnalnajmu.wordpress.com/category/daerah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com</link>
	<description>Gerbang Pengetahuan dan Pemikiran Islam</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Dec 2007 12:08:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='jurnalnajmu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/b199ace054f07bce5b5a2d00806c4261?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>JURNAL NAJMU &#187; Daerah</title>
		<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jurnalnajmu.wordpress.com/osd.xml" title="JURNAL NAJMU" />
		<item>
		<title>Surga Para Birokrat: Dari VOC Sampai Sutiyoso</title>
		<link>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/15/surga-para-birokrat-dari-voc-sampai-sutiyoso/</link>
		<comments>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/15/surga-para-birokrat-dari-voc-sampai-sutiyoso/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 23:26:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Najmu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/15/surga-para-birokrat-dari-voc-sampai-sutiyoso/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak masa penjajahan Portugis, Bogor merupakan tempat peristirahatan yang sejuk bagi para pelancong dari manca negara. Mereka terdiri dari para penguasa, pengusaha dan tokoh lain luar negeri. Misal VOC (Verenigde Oost Indische of Compagnie), konon sering mengadakan rapat tertentu dengan saudagar-saudagar asing dan tamu terhormat lainnya di salah satu hotel dekat istana yang kemudian bernama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&blog=1584336&post=18&subd=jurnalnajmu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Sejak masa penjajahan Portugis, Bogor merupakan tempat peristirahatan yang sejuk bagi para pelancong dari manca negara. Mereka terdiri dari para penguasa, pengusaha dan tokoh lain luar negeri. Misal <em>VOC (Verenigde Oost </em><em>Indische </em><em>of Compagnie)</em>, konon sering mengadakan rapat tertentu dengan saudagar-saudagar asing dan tamu terhormat lainnya di salah satu hotel dekat istana yang kemudian bernama Hotel Salak.<span id="more-18"></span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Di depan hotel itu terdapat taman indah yang menampung ratusan hewan rusa. Sewaktu-waktu hewan itu dapat dipanggang menjadi santapan yang lezat bagi mereka dalam acara pesta di sekitar Istana Bogor. Lalu, VOC jatuh cinta pada kawasan itu, sehingga mereka dan pelancong-pelancong lain menjadikan Bogor sebagai peristirahatan di saat mengisi waktu senggang. Kondisi cuaca di Buitenzorg (Bogor) memang sangat mendukung untuk beristirahat dari-pada kermaian di Batavia (Jakarta) dengan hiruk pikuk politik kerajaan. Begitu pula Pelabuhan Sunda Kelapa dan Banten yang merupakan tempat berlabuhnya kapal-kapal pedagang asing yang melakukan aktivitas perdagangan.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Pada masa pemerintahan Soekarno, Hotel Salak merupakan tempat pertama kalinya diadakan pertemuan para tokoh dunia, seperti Nehru, Gemal Abdul Nasher dan lain-lain untuk melakukan tukar pikiran sehingga membuahkan ide untuk mencanangkan terselenggaranya KAA (Konfrensi Asia Afrika) di Bandung.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Pada masa kemerdekaan, Soekarno banyak menghadapi keadaan genting di Jakarta termasuk rencana penangkapan oleh pihak tentara Jepang. Dalam keadaan darurat, Soekarno seringkali bertolak ke Istana Bogor untuk menghindari kemelut yang berbahaya di Jakarta. TNI angkatan darat terpecah dan masa banyak menentang pemerintah. Soekarno mempunyai pendukung yang cukup banyak di Bogor. Bahkan, mitos pun berkembang di kalangan masyarakat setempat yang mempercayai banyak-nya tempat peristirahatan atau petapaan yang pernah dilakukan tokoh nasional ini.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Kemudian, pada masa Orba (Orde Baru), Istana Bogor sempat menjadi tempat kegiatan rutinitas nasional, seperti penyelenggaraan OPEC. Selain itu, Soeharto banyak mendirikan perusahaan dan yayasan di sekitar Bogor. Tidak hanya Soherto, putra sulungnya Hutomo Mandala Putra alias Tomy Soeharto dan putrinya Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) turut mengikuti jejak langkah ayahnya membangun yayasan dan perusahaan. Bukan rahasia umum di sekitar masyarakat, bahwa keluarga cendana memiliki banyak tempat di kawasan Bogor.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Tak ketinggalan para pejabat lain seperti Wiranto ikut membangun sebuah villa mewah di kawasan bukit Gunung Salak. Maka, tak heran bila sejumlah tokoh-tokoh penting nasional seperti Try Soetrisno dan Susilo Bambang Yudhoyono memilih Bogor tempat peristirahatannya di Cikeas Gunung Putri Bogor. Dalam kampanyenya, SBY berhasil membujuk masyarakat Bogor dalam Pemilu (pemilihan umum) untuk memilih partai politik (Parpol)-nya yang Ia pimpin waktu itu.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Bukan hanya pejabat pemerintah pusat dan tokoh-tokoh penting lain, Gubernur DKI Sutiyoso termasuk putrinya tak ketinggalan membeli beberapa hektar lahan di sekitar Tenjolaya Bogor. Bahkan, Ia berencana akan membuat sebuah kolam atau danau di kawasan itu.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Para tokoh penting di negeri ini sengaja memilih peristirahatan sampai membangun vila atau tempat tertentu di Bogor, mulai pengusaha kelas kakap sampai pejabat pemerintah. Mereka seakan berebut untuk mempunyai lahan-lahan yang strategi dalam mendapatkan kenyamanan dan menghidup udara segar.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Bogor memang merupakan kawasan sejuk dan memiliki daya tarik tersendiri dengan nuansa pegunungan dan cuaca yang sangat mendukung. Kawasan itu selalu menjadi incaran para politikus, pengusaha dan para pejabat lain untuk mendapatkan kesunyian, ketenangan, kedamaian dan kenyamanan. Tempat yang mendapatkan julukan &#8220;Kota Hujan&#8221; itu ibarat &#8220;surga&#8221; bagi mereka yang kebingungan dan kebisingan di kota Jakarta.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Memang, tak ada larangan bagi siapa pun yang mau menikmati kehidupan alam Bogor. Kedatangan warga luar, apalagi bagi para pejabat pemerintah, masyarakat bersifat terbuka selagi tidak melakukan keonaran dan mengganggu kehidupan masyarakat. Hal itu, tercermin dalam falsafah orang Sunda &#8220;di mana langit dijunjung di situ bumi dipijak&#8221;.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Warga Bogor bisa saja bangga dengan kedatangan mereka. Tapi sampai sejauh ini, apakah para birokrasi dan pengusaha itu sudah tersentuh hatinya ketika melihat warga Bogor masih dalam kondisi memprihatinkan, jauh dari harapan yang diinginkan yakni damai, adil dan sejahtera?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jurnalnajmu.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jurnalnajmu.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnalnajmu.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnalnajmu.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnalnajmu.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnalnajmu.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnalnajmu.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnalnajmu.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnalnajmu.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnalnajmu.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnalnajmu.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnalnajmu.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnalnajmu.wordpress.com&blog=1584336&post=18&subd=jurnalnajmu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/11/15/surga-para-birokrat-dari-voc-sampai-sutiyoso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9061c334936c05bbd360e86be4cf873?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Najmu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>