Arsip untuk November, 2007|Halaman arsip bulanan

Transformasi Budaya dalam Bahasa

Oleh Najmudin Ansorullah*

Bahasa dan budaya merupakan dua sisi mata uang yang berbeda, tetapi tidak dapat dipisahkan, karena bahasa merupakan cermin budaya dan identitas diri penuturnya. Hal ini berarti, apakah bahasa dapat mempengaruhi budaya masyarakat atau sebaliknya?, sehingga bahasa dapat menentukan kemajuan dan “mematikan” budaya bangsa. Baca selebihnya »

Tragedi Kemanusiaan

nuklir.jpgBila terbayang pada manusia akan semua makhluk hidup hadir dalam satu masa di permukaan bumi -dari seluruh binatang, tumbuh-tumbuhan dan manusia- sejak pertama tercipta sampai kini masih dalam kondisi hidup, apa yang terjadi? Tentu kita tidak usah pusing-pusing membayangkannya karena hal itu tidak mungkin terjadi. Dengan adanya kelahiran (fertilitas), terjadi pula kematian (mortalitas). Itulah makhluk hidup sekaligus makhluk yang akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Kekal dan Abadi. Baca selebihnya »

Islam, Eropa dan Intelektual

Oleh: Najmudin Ansorullah

Umat Islam boleh berbangga akan masa kejayaan yang pernah terjadi sekitar abad 15/17 M di saat Eropa masih zaman kegelapan. Tapi, kini, sebaliknya umat Islam dalam kondisi mengkhawatirkan. Baca selebihnya »

“Manusia Kuwulan”

Ketika bangsa Portugis atau VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) -yang banyak membawa rempah-rempah dari Indonesia untuk dijual mahal di Eropa- pertama kali menjajakan kakinya ke Indonesia singgah di tepi pantai Banten, mungkin mereka sempat istirahat sambil mencicipi manisnya buah kelapa. Baca selebihnya »

Dari Pantun “Buhun” Sampai Virus Komputer

Oleh: Najmudin Ansorullah

Ketika “Urang” Bogor Membuat Virus!

Konon, dahulu orang Sunda sangat lihai membuat pantun. Misalanya, dalam Bogor Tunggul Kawung, dikisahkan bahwa Tunggul adalah anak miskin. Ia ditakdirkan hidup dalam kehinaan, sampai kemudian Tuhan berkehendak lain. Ia bertemu dengan Eyang Ajar Sakti, seorang petapa di sebuah Padepokan Lembur Padusunan. Baca selebihnya »

Menyoal Nasib Undang-Undang Perlindungan Konsumen

Sumber: Media Konsmen, Minggu 03 September 2007, Disperindag Jabar, Sabtu, 29 September 2007

 

Oleh: Najmudin Ansorullah

Dilema Perundang-undangan di Indonesia

hukum1.jpg Di Indonesia, setiap rancangan undang-undang akan disahkan DPR dipastikan menuai pro dan kontra, seperti RUU APP, revisi atas UU. No. 13 Tahun 2003 yang dianggap merugikan para buruh, dan RUU-RUU lain yang kisahnya hampir mengalami nasib serupa, termasuk Undang-undang Perlindungan Konsumen (UUPK) dan Undang-undang Perseroan Terbatas (UUPT) yang pada 20 Juli lalu disahkan. Baca selebihnya »

Surga Para Birokrat: Dari VOC Sampai Sutiyoso

Sejak masa penjajahan Portugis, Bogor merupakan tempat peristirahatan yang sejuk bagi para pelancong dari manca negara. Mereka terdiri dari para penguasa, pengusaha dan tokoh lain luar negeri. Misal VOC (Verenigde Oost Indische of Compagnie), konon sering mengadakan rapat tertentu dengan saudagar-saudagar asing dan tamu terhormat lainnya di salah satu hotel dekat istana yang kemudian bernama Hotel Salak. Baca selebihnya »

Prinsip-Prinsip Hukum Islam dalam Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Sumber: Media Konsumen (07 November 2007)

Oleh: Najmudin Ansorullah

Prinsip ialah asas atau fondasi kebenaran yang menjadi pokok dasar (pijakan) orang berpikir dan bertindak (E. Pino dkk., 1968: 321, Muhammad Ali, t.th: 324). Dalam hukum Islam, prinsip berarti kebenaran universal yang inheren di dalam hukum Islam dan menjadi titik tolak pembinaannya; prinsip yang membentuk hukum Islam dan setiap cabang-cabangnya (Juhaya S. Praja, 1995: 69). Baca selebihnya »

Teori Kenabian dan Umat yang Latah

Oleh: Najmudin Ansorullah

Menanggapi artikel Umdah El-Baroroh di Situs Jaringan Islam Liberal (03/09/2007) berjudul “Meninjau Ulang Teori Kenabian” sangat menarik, terlebih tulisan tersebut hasil eksplorasi ilmiah dari Ulil Abshar-Abdalla ketika mencicipi kuliah di Universitas Boston.
Namun, ada hal penting untuk digarisbawahi mengenai masalah konsep kenabian, seiring anggapan bahwa teori kenabian dapat dilihat dari sudut pandang ilmiah (akal pikiran) dan wahyu. Baca selebihnya »

“Salam Korupsi”

Oleh: Najmudin Ansorullah

Sejak umat Islam disunnatkan mengucapkan “salam”, ucapan salam menjadi sangat “populer” sampai di telinga kita. Di pintu rumah ucapan itu banyak terpampang melalui sticker yang bertuliskan “Sebelum Masuk Ucapakan Salam Terlebih Dahulu”, “Say Assalamu’alaikum Wr.Wb Before You Get In”. Baca selebihnya »

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »