Arsip untuk November, 2007|Halaman arsip bulanan

Dari Istanbul Untuk Al-Quds*

* Artikel ini dimuat atas kiriman dari Sekjen Kispa.Org (Era Muslim) H. Ferri Nur S.Si

Istanbul dahulunya dikenal dengan Konstantinopel yang dibangun pada tahun
330 M oleh Kaisar Byzantium Constantine I, merupakan kota bersejarah, kota
perjuangan, kota kejayaan umat Islam, kota yang pernah disampaikan
Rasulullah saw akan direbut kaum muslimin dari tangan kekaisaran
Byzantium, yang menganut agama Kristen Greek Ortodoks. Baca selebihnya »

Intifadah Al-Aqsha dan Ramadhan*

Oleh: H. Ferry Nur S.Si (Sekjen KISPA)

* Tulisan ini dipublikasikan atas seizin Kispa.org (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina)

Hari Jum’at, 28 September 2007 M bertepatan dengan 16 Ramadhan 1428H merupakan hari Intifadhah Masjid Al Aqsha atau dikenal juga Intifadah kedua. Baca selebihnya »

Palestina Cermin Kondisi Umat Islam

Oleh. Najmudin Ansorullah*
al-aqsha.jpg

Penting mana, pesoalan nasib al-Aqsha dan umat Islam di Palestina atau masalah kemiskinan, kemerosotan moral, penanggulangan bencana alam dan berbagai persoalan lain di negeri ini? Baca selebihnya »

Tanggung Jawab Sosial Perspektif Islam

Oleh: Najmudin Ansorullah

Dalam hukum, tanggung jawab sangat terkait dengan hak dan kewajiban. Islam menganjurkan tanggung jawab agar mampu mengendalikan diri dari tindakan melampaui batas kewajaran dan kemanusiaan. Tanggung jawab bersifat luas karena mencakup hubungan manusia dengan manusia, lingkungan dan Tuhannya. Baca selebihnya »

Refleksi, (Ketika Mahasiswa) Bergulat Dengan (Mencari Agama) Islam (?)

Oleh: Najmudin Ansorullah

pluralisme.jpgSebelum tuisan ini mengayun diharapkan tidak akan pernah membuat goresan yang dapat melukai apapun atau siapapun. Karena itu, tulisan ini berusaha mencurahkan pikiran dan berbuat seadanya tentang pengalaman yang terlintas tentang realitas dari khidupan di masa-masa yang penuh dilematika ini. Mudah-mudahan tulisan ini juga tidak memandang sepihak demi sebuah pelajaran yang amat berharga. Baca selebihnya »

Menuju Masyarkat Sadar Lingkungan

Oleh: Najmudin Ansorullah

Pembangunan yang sedang terjadi bisa dikatakan pesat diberbagai bidang di Indonesia. Dalam rangka mewujudkan negara yang adil dan makmur, “keadilan sosial” harus serta merta dilandaskan sebagai perwujudan sikap pengamalan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui pensejahteraan lingkungan alam dan atau makhluk secara utuh. Selanjutnya, bila kita bersikap jujur apakah perhitungan terhadap dampak lingkungan alam yang tidak sedikit mengancam setiap nyawa manusia khususnya dan makhluk-makhluk lain telah dilaksanakan? Baca selebihnya »

“Suara Belantara”

Remang-remang

Di tengah malam gelap gulita seseorang tertidur sekejap, dua jam. Dalam tidur yang singkat itu, Ia terbawa mimpi ke kampung halaman. Di depan sebuah warung, Ia bersama temannya memperbincangkan tentang kampung halamannya. Temannya bertanya, bagaimana keadaan kampung kita sekarang? Ia berkata, kampung halaman kita sekarang sudah kurang pesonanya! Wah sekarang gaya bicara kamu sudah seperti pejabat saja!, kata temannya. Ketika terbangun dari tidurnya, Ia sadarkan diri dan termenung, ternyata hanya mimpi malam di tengah cuaca yang sedang remang, gumamnya. Baca selebihnya »

Konsumtivisme, Konsumerisme dan Konsumen Muslim

Sumber: Media Konsumen (Kamis, 27 September 2007)

Oleh. Najmudin Ansorullah*

belanja-konsumen.jpgDengan melihat angka 88 persen umat Islam dari 228 juta jiwa penduduk Indonesia, sejatinya umat Islam sangat potensial sebagai penyumbang kemajuan ekonomi nasional. Kenyataannya, Bank Dunia November 2006 menyebutkan kemiskinan di Indonesia 149 juta jiwa (49 persen) dari total penduduk Indonesia. Baca selebihnya »

CSR dalam Perspektif Islam

Sumber: Pesantren Virtual (Jum’at 16 Nov 2007), Media Konsumen (Kamis 11 Oktober 2007).

Oleh. Najmudin Ansorullah SHI*

Setelah tenggelam sekian lama, kini ide untuk memasukan etika ke dalam dunia ekonomi (bisnis) mencuat kembali. CSR tidak lagi ditempatkan dalam ranah sosial dan ekonomi sebagai imbauan, tetapi masuk ranah hukum yang ‘memaksa’ perusahaan ikut aktif memperbaiki kondisi dan taraf hidup masyarakat (Kompas, 4/8). Baca selebihnya »

Belajar Pada Ketulusan

Oleh Najmudin Ansorullah*
“Apabila saya diberi kesempatan belajar dan memiliki waktu luang, maka saya ingin melanjutkan niat untuk belajar kepada seorang tua yang dalam keadaan sakit”.
Pernyataan itu dikatakan seorang ustad muda pimpinan Popes Nurul Hidayah Situdaun Bogor, Furqon Faruq (24 tahun) pada Mei (04/05) lalu, ketika saya terlibat dalam sebuah percakapan menarik dengannya. Baca selebihnya »

Halaman Berikutnya »